logo


Banyak Konten Kekerasan dan Pornografi Anak, Twitter Terancam Diblokir oleh Rusia

Otoritas Rusia mengancam akan segera memblokir Twitter jika tidak segera menghapus ribuan postingan yang mengandung unsur kekerasan dan pornografi anak

17 Maret 2021 11:30 WIB

Logo Twitter
Logo Twitter The Sun

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Pemerintah Rusia, melalui otoritas media nasional Roskomnadzor, mengancam akan memblokir Twitter dalam beberapa pekan ke depan, jika platform media sosial tersebut tidak segera menghapus postingan-postingan yang mengandung unsur kekerasan, pornografi anak, serta penyalahgunaan obat terlarang, sesuai dengan permintaan yang sebelumnya sudah diajukan oleh pemerintah.

"Jika Twitter tidak merespon permintaan kami, dan jika hal tersebut masih berlanjut, maka dalam waktu kurang dari satu bulan (platform) itu akan diblokir tanpa diperlukan perintah persidangan," kata Vadim Subbotin, kepala Roskomnadzor kepada Interfax dalam sebuah wawancara, dikutip RT.com.

Pada pekan lalu, sejumlah otoritas mengatakan bahwa mereka sudah menerima 28 ribu permintaan agar postingan berbau kekerasan, pornografi dan penyalahgunaan narkotika di platform media sosial asal AS tersebut segera dihapus.


Sudah Akur, Erdogan Bilang Arab Saudi Ingin Beli Drone Tempur Turki

"(Tapi) 3.168 konten yang mengandung informasi terlarang tersebut masih belum dihapus," kata Vadim.

Postingan-postingan yang belum dihapus tersebut kabarnya berisi tindak kekerasan yang dapat mempengaruhi anak agar melakukan percobaan bunuh diri dan pronografi.

Pada Awal bulan ini, Presiden Rusia Vladimir Putin juga sudah memperingatkan bahwa situs media sosial digunakan "untuk mempromosikan konten yang sama sekali tidak dapat diterima: untuk distribusi pornografi anak, prostitusi, untuk mendorong anak di bawah umur untuk bunuh diri."

Dia meminta adanya tindakan keras pada mereka yang menggunakan internet untuk "mencoba mengambil keuntungan dari anak-anak dalam mencapai tujuan egois mereka".

Iran Ajukan Rencana Pembentukan Tim Keamanan Timur Tengah Bebas dari Intervensi AS

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia