logo


Jelang Mayday, Jokowi Temui Tokoh-Tokoh Buruh

Perwakilan buruh meminta pemerintah menjamin perlindungan keamanan dan kebebasan berekspresi

29 April 2015 10:03 WIB

Peringatan hari buruh (Ist)
Peringatan hari buruh (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemarin (28/4) bertemu dengan pimpinan buruh di Istana Negara. Dalam pertemuan itu, pimpinan buruh yang diwakili oleh Presiden adalah Said Iqbal (Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia/KSPI), Mudhofir (Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia/KSBSI), Andi Ghani dan  Indra Munaswar (Federasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia/FSPSI), Anis Hidayah dan Wahyu Susilo (Migrant Care), Timbul Siregar (Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia/OPSI) menyampaikan beberapa aspirasi kepada Jokowi.

Perwakilan buruh  meminta pemerintah menjamin perlindungan keamanan dan kebebasan berekspresi pada perayaan Mayday, 1 Mei 2015. Pemerintah juga diminta segera mengeluarkan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) mengenai pengupahan agar ada mekanisme yang jelas mengenai penetapan upah layak.

"Pemerintah juga diminta mengeluarkan peraturan dan ketentuan mengenai pembangunan fasilitas perumahan dan kesehatan serta pendidikan di kawasan industri untuk mengurangi beban biaya perumahan, transportasi, pendidikan dan kesehatan yang harus ditanggung oleh para buruh," kata Mensesneg Pratikno di Istana, Selasa (29/4).


Jokowi Sebut Fokus Utama Kesehatan, Epidemiolog: Pak Presiden Mulai Siuman

Mendengar aspirasi itu, Presiden menurut Pratikno memahami apa-apa yang diinginkan oleh buruh. Presiden Jokowi juga memastikan kalau pemerintah tidak akan mengganggu atau menghalang-halangi perayaaan Mayday pada 1 Mei 2015 yang akan diselenggarakan di berbagai daerah.

Jokowi Yakin Vaksin Corona Siap Awal Tahun 2021, Rocky Gerung: Kita Dibawa Pada Harapan Palsu

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan