logo


Iran Ajukan Rencana Pembentukan Tim Keamanan Timur Tengah Bebas dari Intervensi AS

Menlu Iran dan Turki mengecam intervensi Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah yang selama ini telah merugikan banyak pihak

17 Maret 2021 11:00 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi Istimewa

TEHERAN, JITUNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif pada Selasa (16/3) mengecam tindakan ikut campur AS di Timur Tengah, salah satunya dengan menjatuhkan sanksi terhadap Iran selama masa pandemi Covid-19.

"Perang ekonomi AS terhadap Iran telah mengakibatkan sejumlah konsekuensi, dan menjadi hambatan dalam penanganan pandemi virus Corona di Iran," kata Zarif dalam Forum Dialog Internasional Teheran, bersama perwakilan Turki dan Afghanistan, dikutip Sputniknews.

Menurut sebuah laporan yang disusun oleh lembaga HAM internasional Human Rights Watch, sanksi AS terhadap Iran tidak hanya menghancurkan perekonomian Teheran saja namun juga memiliki dampak yang sangat buruk terhadap jutaan pasien Covid-19 Iran yang selama ini bergantung pada pasokan obat dan peralatan medis dari luar negeri.


Situasi Covid di AS Sudah Lebih Baik, Fauci Minta Warga Tetap Waspada

Senada dengan Zarif, Menlu Turki Mevlut Cavusoglu juga mengecam sanksi sepihak AS atas Iran. Ia juga meminta agar pemerintahan Joe Biden segera kembali masuk ke dalam perjanjian nuklir Iran 2015 atau JCPOA.

Dalam pertemuan tersebut, Zarif juga meminta agar negara-negara di Timur Tengah untuk menggelar dialog dan mengupayakan tim keamanan yang tidak melibatkan pihak asing dari luar kawasan, yang sebelumnya sudah mereka ajukan pada 2019 lalu.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Afghanistan Hanif Atmar juga memperingatkan adanya ancaman keamanan di negaranya, dimana semua pihak harus ikut berupaya mencegah agar Afghanistan tidak menjadi negara sarang teroris.

Sudah Akur, Erdogan Bilang Arab Saudi Ingin Beli Drone Tempur Turki

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia