logo


Tolak Wacana Daerah Istimewa Minangkabau, Ade Armando: Mau Menegakkan Syariat Islam?

Ade menyebut wacana pembentukan DI Minangkabau merupakan sikap penganut Islamis Radikal yang enggan tunduk dengan pemerintah pusat.

16 Maret 2021 18:45 WIB

Pakar komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI), Ade Armando
Pakar komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI), Ade Armando Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Pegiat media sosial Ade Armando menduga pembentukan Daerah Istimewa (DI) Minangkabau adalah upaya menyingkirkan orang non-Minang dari Sumatera Barat. Selain itu, penegakan syariat Islam juga disinyalir menjadi alasan dibentuknya DI tersebut.

“Kabar buruk: ada kelompok-kelompok yang ingin membentuk Daerah Istimewa Minangkabau. Mau apa orang-orang ini? Mau mengusir orang non-Minang dari Sumatra Barat? Mau menegakkan syariah Islam?” cuitnya melalui akun Twitter @AdeArmando1, dikutip Selasa (16/3).

Dosen Komunikasi UI itu berharap pembentukan DI Minangkabau tak pernah terjadi karena bisa memicu perpecahan antar suku-agama.


Amien Rais Ingatkan Jokowi Soal Neraka Jahanam, Ade Armando: Mengingatkan Diri Sendiri

“Mudah-mudahan orang Minang berakal sehat bisa melawan mereka,” lanjutnya.

Sebelumnya, Ade Armando menuding kaum Islamis Radikal di Sumatera Utara tengah mengembangkan narasi bahwa pemerintah pusat mengancam Islam, sehingga perlu didirikan DI Minangkabau agar bisa lebih independen.

“Berkembang wacana bahwa pemerintah pusat mengancam Islam. Untuk itulah, kini agaknya kaum Islamis Radikal di sana percaya bahwa satu-satunya jalan untuk tidak tunduk pada pemerintah pusat adalah dengan membentuk Daerah Istimewa Minangkabau,” ujar Ade.

“Bila Daerah Istimewa Minangkabau berdiri, mereka bisa dengan leluasa menjalankan syariat Islam seperti yang sudah terjadi di Aceh,” tambahnya.

Kaesang Tak Mungkin Pilih Felicia dan Nadya Sekaligus, Ade Armando: Dikira Kader PKS

Halaman: 
Penulis : Iskandar
 
×
×