logo


Masa Panen Sudah Dekat, Pemerintah Serius Mau Impor Beras?

Direktur Bulog mengatakan bahwa pihaknya belum tentu akan melaksanakan impor beras mengingat saat ini sudah mendekati masa panen raya di seluruh wilayah Indonesia

16 Maret 2021 09:31 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi dok jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menegaskan pihaknya tetap mengutamakan serapan produksi beras dalam negeri untuk mencukupi kebutuhan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebelum melakukan impor beras hingga satu juta ton.

"Prinsipnya kami utamakan produksi dalam negeri untuk penyerapan CBP," kata Budi Waseso dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Senin (15/3), dikutip Antara.

Pria yang akrab disapa Buwas tersebut mengatakan bahwa Bulog belum tentu melakukan impor beras, mengingat saat ini sudah mendekati masa panen raya di seluruh Indonesia.


Meski Terlibat Sengketa Perbatasan, China Masih Jadi Rekan Dagang Terbesar India

"Walau kami mendapat tugas impor satu juta ton, belum tentu kami laksanakan, karena kami tetap prioritaskan produk dalam negeri sekarang yang mencapai masa puncak panen raya," tegas Budi Waseso.

Untuk diketahui, Per 14 Maret 2021 stok beras yang ada di gudang Bulog secara keseluruhan mencapai 883.585 ton dimana 859.877 ton diantaranya merupakan stok CBP, dan 23.708 ton stok beras komersial.

Pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati menilai impor beras belum diperlukan mengingat stok beras dalam negeri masih mencukupi. Bahkan, selama masa pandemi sektor pertanian masih terus mengalami pertumbuhan.

"Impor pangan itu bukan sesuatu yang haram, diperbolehkan di Undang-Undang Pangan, tapi ada prasyaratnya, kalau kebutuhan dalam negeri tidak mencukupi. Sementara BPS menyatakan ketersediaan beras cukup," katanya.

"Impor harus didukung data valid, bukan pertimbangan perburuan rente, dan bukan hanya masalah harga. Memang harga dalam negeri punya disparitas yang tinggi dari harga internasional, ini karena biaya produksi di dalam negeri cukup mahal," katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pemerintah berencana melakukan impor beras antara 1 hingga 1,5 juta ton dalam waktu dekat guna menjaga ketersediaan cadangan dan stabilitas harga beras di pasaran.

"Salah satu yang penting adalah penyediaan beras dengan stok 1 juta- 1,5 juta ton," kata Airlangga dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2021 yang digelar pada Kamis (4/3).

Salurkan Bansos Hasil Pertanian, HKTI: Indonesia Harus Mampu Berdaulat Pangan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×