logo


Soal Presiden 3 Periode, Partai Demokrat: Akan Mudah untuk Disalahgunakan

Menurut Benny, masa jabatan dua periode sudah tepat.

15 Maret 2021 22:30 WIB

istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Politikus Partai Demokrat, Benny K Harman, mengatakan bahwa belum melihat urgensi dari gagasan masa jabatan presiden menjadi tiga periode.

"Belum ada ide itu. Kami belum melihat urgensi dan relevansi gagasan itu. Tapi sebagai sebuah gagasan tentu kita coba untuk menggali dan menangkap konteks yang memproduksi gagasan itu," kata Benny di Kompleks Parlemen, Senin (15/3).

Menurutnya, masa jabatan dua periode sudah tepat. Benny menilai jika masa jabatan lebih dari dua periode maka bisa terjadi penyalahgunaan kewenangan.


Soal Presiden 3 Periode, Politikus PKB: Setuju Asal Memang Kehendak Rakyat

"Dua periode itu adalah pilihan yang tepat sebagai rujukan dengan melakukan studi banding di banyak negara. Itu 2 periode itu sudah cukup. Kalau lebih nanti dipandang akan mudah untuk disalahgunakan," ujarnya.

"Maka pilihan 2 periode, 2 kali 5 tahun itu adalah pilihan yang sangat tepat, sejalan sesuai dengan rasa keadilan konstitusional, konstitusional justice," ucapnya.

Sebelumnya, Amien Rais mengatakan bahwa rezim Jokowi ingin menguasai seluruh lembaga tinggi. Amien Rais menilai ada dugaan upaya wacana mengubah masa jabatan presiden menjadi tiga periode.

"Kemudian yang lebih penting lagi, yang paling berbahaya adalah yang betul-betul luar biasa skenario dan back-up politik serta keuangannya itu supaya nanti presiden kita, Pak Jokowi, bisa mencengkeram semua lembaga tinggi negara, terutama DPR, MPR, dan DPD. Tapi juga lembaga tinggi negara lain, kemudian juga bisa melibatkan TNI dan Polri untuk diajak main politik sesuai dengan selera rezim," ujar Amien dalam video yang diunggah di YouTube Amien Rais Official, Sabtu (13/3).

"Jadi sekarang ada semacam publik opini, yang mula-mula samar-samar tapi sekarang makin jelas ke arah mana rezim Jokowi. Jadi mereka akan mengambil langkah pertama meminta sidang istimewa MPR, yang mungkin satu, dua pasal yang katanya perlu diperbaiki yang mana saya juga tidak tahu, tapi kemudian nanti akan ditawarkan baru yang kemudian memberikan hak presidennya itu bisa dipilih tiga kali, nah kalau ini betul-betul keinginan mereka, maka saya kira kita bisa segera mengatakan ya innalillahi wa inna ilaihi rajiun," ucapnya.

KLB Demokrat Dikaitkan dengan Isu 3 Periode, Yusril: Saya Tidak Percaya dengan Analisis Ini

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata