logo


Australia Segera Ijinkan Perjalanan Internasional dari Singapura

Pemerintah Australia dan Singapura berencana untuk membuka pintu perbatasan mereka akhir tahun ini

14 Maret 2021 17:53 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemerintah Australia sedang mematangkan rencana untuk membuka kembali pintu kedatangan internasional atau 'travel bubble' dari Singapura, usai perdana menteri Singapura mengatakan bahwa dia berharap negara itu dapat mulai membuka kembali perbatasannya secara lebih luas seiring dengan progres program vaksinasi Covid-19 yang saat ini sudah dimulai.

Jika disetujui, kesepakatan dengan Canberra juga dapat menetapkan Singapura sebagai pintu gerbang karantina bagi para pelancong yang berencana melakukan perjalanan ke Australia.

Wakil perdana menteri Australia, Michael McCormack pada Minggu (14/3) mengkonfirmasi bahwa pihaknya sedang mengerjakan rencana tersebut.


Upaya PDKT AS ke Korea Utara Belum Dapat Tanggapan dari Kim Jong Un

Berdasarkan proposal tersebut, warga Australia nantinya akan diizinkan untuk melakukan perjalanan ke Singapura dengan syarat sudah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19. Sedangkan Warga Singapura yang telah divaksinasi juga dapat melakukan perjalanan ke Australia tanpa harus menjalani karantina selama dua minggu.

Secara terpisah, Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, mengatakan bahwa dia berharap Singapura akan mulai membuka kembali perbatasannya pada akhir tahun ini karena lebih banyak negara saat ini sedang menggenjot program vaksinasi.

"Saya berharap jika banyak negara dapat memiliki proporsi yang substansial dari populasi mereka yang divaksinasi pada akhir tahun ini, kami akan dapat memiliki kepercayaan diri dan telah mengembangkan sistem untuk membuka perbatasan internasional kami agar dapat melakukan perjalanan dengan aman lagi," kata Lee dalam sebuah pernyataan wawancara dengan BBC yang tayang pada hari Minggu.

“Mudah-mudahan akhir tahun ini atau tahun depan pintu sudah bisa dibuka,” ujarnya.

AS Sudah Coba Hubungi Aung San Suu Kyi Usai Dua Tokoh Politik Myanmar Tewas dalam Penahanan Militer

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia