logo


AS Tingkatkan Tekanan atas Huawei, China: Penindasan yang Tidak Masuk Akal

Pemerintah China mengecam keputusan AS memberlakukan pembatasan baru terhadap bisnis Huawei

12 Maret 2021 19:30 WIB

Huawei 5G
Huawei 5G istimewa

BEIJING, JITUNEWS.COM - Pemerintah China telah meminta Amerika Serikat untuk menghentikan "penindasan yang tidak masuk akal" terhadap perusahaan China setelah pada Kamis malam pemerintahan Biden telah menjatuhkan sejumlah aturan pembatasan terhadap pasokan peralatan untuk Huawei.

“Fakta berulang kali menunjukkan bahwa Amerika Serikat adalah negara yang tidak dapat diandalkan dan tidak dapat dipercaya. Praktek ini tidak hanya merugikan hak dan kepentingan sah perusahaan China, tetapi juga akan merugikan kepentingan perusahaan AS,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian pada Jumat (12/3) dikutip RT.com.

Zhao mengatakan bahwa Beijing telah berulang kali menyatakan kecaman mereka atas tindakan AS yang menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah perusahaan China. Ia mengklaim bahwa Washington selama ini menyalahgunakan konsep keamanan nasional untuk menekan perusahaan teknologi tinggi China "secara tidak bermoral" yang "melanggar prinsip ekonomi pasar dan persaingan yang sehat”.


Militer Myanmar Tuduh Aung San Suu Kyi Terima Suap $ 600 Ribu dan Emas 11,2 Kg

Juru bicara tersebut juga mendesak AS untuk meningkatkan kerja sama dengan China daripada terus menerus terlibat dalam persaingan yang tidak sehat, dimana kedua negara dapat memperoleh keuntungan dari pertukaran dan perdagangan teknologi yang lebih besar.

Sebelumnya, Bloomberg melaporkan bahwa pemerintahan Biden telah memperketat aturan bagi semua perusahaan yang berencana melakukan bisnis dengan raksasa teknologi China Huawei dalam perangkat 5G. Bloomberg juga melaporkan bahwa aturan pembatasan baru tersebut akan mulai diberlakukan minggu ini.

Dalam aturan pembatasan sebelumnya, semua perusahaan asal AS harus mendapatkan ijin dari pemerintah terlebih dahulu sebelum melakukan bisnis dengan Huawei terkait pasokan perangkat 5G.

Hal tersebut diberlakukan usai pemerintahan Donald Trump memasukkan Huawei ke dalam daftar hitam penerima sanksi karena perusahaan tersebut dituding telah dimanfaatkan oleh pemerintah dan militer China untuk melakukan tindak spionase yang mengancam keamanan nasional AS.

Turki Siap Jadi Tuan Rumah Pembicaraan Damai antara Afghanistan dan Taliban

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×