logo


Benny Tjokro Dituding 'Goreng Saham' di Jiwasraya, Begini Kata Pakar Hukum

Pakar hukum Universitas Jayabaya, Ricky Vinando, menilai terdakwa kasus Jiwasraya, Benny Tjokro tidak menyalahi aturan karena hanya memiliki satu saham yang aman dan resmi.

10 Maret 2021 11:30 WIB

Benny Tjokrosaputro
Benny Tjokrosaputro Tempo.co

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kasus Jiwasraya telah lama bergulir dan membuat masyarakat Indonesia terkejut. Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menyatakan ada bukti kerugian negara mencapai Rp 12 triliun lebih. Vonis terhadap terdawak kasus di perusahaan BUMN itu pun telah dijatuhkan kepada enam terdakwa. Bahkan, ada vonis pidana seumur hidup.

Kendati demikian, sengakarut di Jiwasraya masih menyita perhatian dari beberapa aspek, seperti proses hukumnya.

Pemerhati hukum asal Universitas Jayabaya, Ricky Vinando, berpandangan, agak menyalahi bila ada anggapan telah terjadi 'goreng saham' oleh terdakwa pada kasus Jiwasraya.


Warga Garut Kembali Demo, Tuntut Program CSR PT Star Energy

"Seperti seorang terdakwa Benny Tjokro sebab dia hanya punya satu saham dengan kode MYRX yang awalnya resmi oleh BEI masuk dalam kode LQ45 sebagai saham aman," ucap Ricky, kepada wartawan pada Rabu (10/3).

Selanjutnya, Ricky mengungkapkan, bila memang dilakukan investasi saham pada kasus Jiwasraya lalu terjadi fluktuatif harga (naik atau turun), hal tersebut adalah biasa.

"Sepanjang likuiditas dan solvabilitasnya kuat, sebetulmya aman-aman saja bisnis saham itu," ujar Ricky.

Begitu pula menyangkut nominee (pinjam nama) ketika bertransaksi jual atau gadai saham antar-kedua belah pihak, menurut Ricky, sebetulnya tidak ada menyalahi. Kecuali, Kecuali memiliki saham tetapi nominee.

Sedangkan paling menjadi sorotan, Ricky menuturkan, menyoal tuntutan temuan uang Jiwasraya di PT Hanson International milik Benny yang itu bukanlah uang negara.

"Tapi milik Jiwasraya yang ingin berbisnis investasi. Tidak ada penyertaan modal negara di dalam bisnis tersebut," kata Ricky.

UMKM Tenun Sutera Ini Sukses Naik Kelas dan Berkembang Pesat berkat Pertamina

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia