logo


Sanksi AS Gagal Blokir Penjualan Minyak Mentah Iran ke China

Refinitiv melaporkan bahwa kiriman minyak mentah Iran ke China sejak awal tahun 2020 lalu telah mencapai 17,8 juta ton

9 Maret 2021 19:47 WIB

Minyak Iran (ilustrasi)
Minyak Iran (ilustrasi) RT.com

TEHERAN, JITUNEWS.COM - Iran dikabarkan sudah berupaya mengirimkan pasokan minyak mentah dalam skala besar ke China secara diam-diam guna menghindari sanksi AS yang selama ini sudah memblokir negara tersebut untuk menjual minyak mentah mereka ke Jepang, China dan Korea Selatan sejak 2018 lalu.

Di sisi lain, China juga selama ini tidak menghentikan impor minyak mereka dari Iran, hanya saja pengirimannya tidak dilakukan secara langsung dimana secara resmi teridentifikasi sebagai minyak kiriman dari negara Timur Tengah lain.

Dilansir dari Reuters, firma riset minyak Refinitiv melaporkan bahwa Iran telah mengirimkan sedikitnya 17,8 juta ton minyak mentah ke China dalam 14 bulan terakhir, dimana kapasitas pengiriman tertingginya terjadi pada bulan Januari dan februari 2021.


Presiden Duterte Minta Komunis Pemberontak Filipina Ditembak Mati, Jubir: Itu Legal

Dari volume tersebut, hampir 75% diantaranya dikirimkan terlebih dahulu menuju Oman, Uni Emirat Arab dan Malaysia sebelum berlabuh di China.

"Volume (pengiriman) mulai mengalami peningkatan sejak kuartal terakhir 2020, dengan provinsi Shangdong sebagai wilayah yang menerima volume terbanyaknya," kata Emma Li, salah satu analis aliran minyak Refinitiv kepada Reuters.

Ia menambahkan bahwa kapal tanker penuh dengan minyak Iran biasanya akan transit dan mengalihkan muatannya di dekat pelabuhan Oman, Uni Emirat Arab dan Irak agar tidak terdeteksi. Sementara itu, sebagian besar transaksi yang dilakukan oleh China dan Iran dilakukan dengan menggunakan mata uang Euro agar lolos dari pantauan AS.

"Iran adalah salah satu negara sahabat China dan kedua negara terus menjaga pertukaran (perdagangan) dan kerjasama. Kerjasama antara China dan Iran dibawah framework undang-undang internasional adalah hal yang masuk akal dan legal, dan layak dihormati dan dilindungi," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China kepada media.

Sementara itu, importir minyak India dikabarkan juga telah berencana membeli minyak mentah Iran. Mereka meyakini jika pemerintahan Joe Biden akan mencabut sanksi AS terhadap Iran dalam waktu dekat ini.

"Saat sanksi AS yang tidak adil tersebut dicabut, Iran akan dapat menjual minyak mereka ke semua negara, dan saya dapat memastikan bahwa banyak kontrak akan ditanda-tangani," kata seorang pejabat kementerian India yang tidak disebut namanya.

"Mereka (Iran) sudah berbicara dengan kami. Mereka mengatakan: 'mereka berharap dapat segera melanjutkan pasokan minyaknya," Kami jawab: 'Insya Allah'," kata seorang narasumber India tersebut.

Untuk diketahui, China dan India adalah negara kedua dan ketiga dengan tingkat konsumsi minyak tertinggi di dunia, setelah Amerika Serikat.

 

Joe Biden Diminta Jatuhkan Sanksi Tegas terhadap Jalur Pipa Gas Jerman-Rusia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia