logo


Partai Republikan New York Dukung Upaya Pemakzulan Gubernur Andrew Cuomo

Gubernur New York Andrew Cuomo dituding telah melakukan tindak pelecehan seksual terhadap sejumlah mantan pegawainya.

9 Maret 2021 17:00 WIB

Gubernur New York Andrew Cuomo
Gubernur New York Andrew Cuomo newsparliament.com

NEW YORK, JITUNEWS.COM - Sejumlah tokoh Partai Republikan yang duduk di parlemen New York telah memulai upaya dilakukannya pemungutan suara untuk memakzulkan Gubernur Andrew Cuomo. Mereka mengatakan bahwa Cuomo tidak lagi memiliki kredibilitas untuk menjalankan roda pemerintahan di tengah rumor skandal pelecehan seksual yang semakin hari semakin meluas.

"Untuk memimpin negara bagian besar ini sebagai gubernur, Anda harus memiliki kredibilitas dan kepercayaan," kata Pemimpin Majelis Minoritas Will Barclay pada Senin (8/3) dalam konferensi pers, dikutip RT.com.

"Sayangnya, kami merasa gubernur telah kehilangan itu dan sekarang telah kehilangan kemampuan untuk memimpin. Kami mengajukan [resolusi] ini karena waktunya telah tiba," tambahnya.


AS Desak Kelompok Houthis Yaman Hentikan Serangan dan Mulai Negosiasi Damai

Andrew Cuomo sendiri menegaskan bahwa dirinya tidak akan melepas jabatannya sebagai Gubernur New York hanya karena dituding melakukan tindak pelecehan seksual terhadap lima orang wanita yang merupakan mantan pegawainya.

"Saya dipilih oleh masyarakat negara bagian ini. Saya tidak dipilih oleh para tokoh politik," lanjut Cuomo.

"Saya tidak akan resign hanya karena tuduhan semacam ini," ujarnya.

"Alasan resign karena tuduhan adalah hal yang anti-demokrasi..Semua orang bisa membuat sebuah tuduhan dalam sistem demokrasi, dan itu adalah hal yang sangat hebat, tapi ini soal kredibilitas tuduhan tersebut," tukasnya.

Sebagai partai minoritas di New York, Partai Republikan tentu saja tidak dapat melakukan pemungutan suara untuk memakzulkan Cuomo, tetapi lebih dari 30 anggota parlemen dari Partai Demokrat di New York sebelumnya juga telah meminta gubernur tersebut untuk mengundurkan diri.

Sebelum tersandung kasus pelecehan seksual ini, Cuomo sebelumnya juga mengakui bahwa ia dengan sengaja telah merahasiakan jumlah kematian akibat infeksi Covid-19 di sejumlah fasilitas rumah jompo di New York. Pengakuannya tersebut tentu saja memicu kecaman dari berbagai pihak.

Cegah Perang Kartel Narkotik, Pemerintah Meksiko Legalkan Ganja

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia