logo


UMKM Tenun Sutera Ini Sukses Naik Kelas dan Berkembang Pesat berkat Pertamina

Pemilik UMKM Tenun Sutera Isam Samsudin mengaku usahanya semakin berkembang sejak menjadi mitra binaan Pertamina

9 Maret 2021 14:42 WIB

UMKM Tenun Sutera Isam Samsudin ini sudah cukup lama keliling dunia dari hasil usaha kain sutra khas Garut
UMKM Tenun Sutera Isam Samsudin ini sudah cukup lama keliling dunia dari hasil usaha kain sutra khas Garut siaran pers Pertamina

GARUT, JITUNEWS.COM – Ajang Pertamina UMKM Academy : Fast Track yang berlangsung selama dua bulan pada akhir tahun 2020 lalu terbukti efektif. Banyak peserta mitra binaan yang mendapatkan keuntungan usai mengikuti acara tersebut. Utamanya yakni menjadi UMKM naik kelas karena dinyatakan memenuhi satu diantaranya kriteria yang dibutuhkan.

Salah satu diantaranya yakni Isam Samsudin. Pemilik UMKM Tenun Sutera Isam Samsudin ini sudah cukup lama keliling dunia dari hasil usaha kain sutra khas Garut. Usaha yang dimilikinya pun kini masuk dalam kategori UMKM naik kelas. Sebab, semenjak menjadi mitra binaan Pertamina, usahanya makin berkembang pesat.

“Usaha kami bermula hanya 7 orang karyawan saja. Kini sudah berkali-kali lipat jadi 55 orang. Mereka adalah para tetangga sekitar saya di mana banyak anak putus sekolah dan ibu-ibu rumah tangga yang menganggur. Kami berdayakan mereka supaya bisa menambah penghasilan keluarga,” kata Isam dalam siaran pers yang diterima redaksi Jitunews, Selasa (9/3).


Mengapa Bisnis Online Cukup Menjanjikan di Era Sekarang?

Dengan bertambahnya pekerja, secara otomatis semakin banyak peralatan yang dibutuhkan. Dengan modal bergulir yang didapatkan dari Pertamina, Isam banyak membelanjakannya untuk membeli alat tenun. Pada awal memulai usaha, ia hanya mempunyai 5 alat tenun bukan mesin (ATBM). Saat ini, semenjak menjadi binaan Pertamina, ia memiliki 35 buah ATBM.

“Sangat beruntung dan bersyukur memang menjadi binaan Pertamina. Tidak hanya pinjaman modal, melainkan juga terus dibina dalam menjalani usaha,” imbuhnya.

Pembinaan itu pun selalu diterapkan oleh Isam. Hingga akhirnya, usahanya pun mengalami peningkatan omzet yang cukup signifikan. Dari semula Rp 25 juta per bulan, kini bisa mencapai ratusan juta per bulan. Ruang lingkup pemasaran produknya mayoritas di wilayah Jakarta, kemudian sebagian di Bandung, Bali, dan Surabaya.

Selama mengikuti event Pertamina UMKM Academy 2020 : Fast Track lalu, ia banyak mendapatkan banyak informasi baru terkait hal-hal yang bisa mengembangkan usahanya. Sebagai UMKM yang sudah cukup berkembang pesat, ia ditempatkan dalam kelas Go Global. “Banyak ilmu baru tentang tata cara untuk mengekspor produk ke luar negeri. Semoga saya segera mendapat kesempatan itu agar produk saya bisa Go Internasional,” tandasnya.

Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Agus Suprijanto menambahkan, Pertamina mengapresiasi usaha yang dijalankan oleh Isam. Menurutnya, usaha ini telah banyak membantu banyak orang melalui lapangan pekerjaan yang disediakan. Sehingga dapat menjadi salah satu implementasi poin 8 SDGs.

Selain itu, Pertamina juga akan mendorong UMKM binaan lain agar dapat naik kelas layaknya Isam. Melalui beberapa roadmap pembinaan dimulai dari Go Modern, Go Digital, Go Online, dan Go Global. “Pertamina melalui Program Kemitraan akan mendukung semua mitra binaannya agar mampu menuju roadmap pembinaan terakhir dan memasarkan produknya secara luas dan global,” tutupnya.

Selain itu, Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina Pemasaran Regional Jawa Bagian Barat, Eko Kristiawan menambahkan, Pertamina akan terus mendukung pengembangan produk-produk kebudayaan di wilayah Jawa Barat.

“Program kemitraan Pertamina bertujuan untuk menggerakan ekonomi masyarakat melalui pembinaan usaha kecil dan mikro, agar dapat berkembang dan mandiri,” ungkapnya.

Adapun syarat untuk dapat bergabung menjadi mita binaan Pertamina dapat di cek pada https://www.pertamina.com/id/program-kemitraan

Warga Garut Kembali Demo, Tuntut Program CSR PT Star Energy

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×