logo


Luar Biasa, Gadis 7 Tahun Ini Rela Jualan Es Lemon untuk Biayai Operasi Bedah Otaknya

Operasi bedah otak yang dijalani oleh Liza Scott, gadis penjual limun berjalan dengan lancar

9 Maret 2021 13:21 WIB

Liza Scott
Liza Scott CNA

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Liza Scott, seorang gadis berusia tujuh tahun asal Birmingham, Amerika Serikat yang menderita kelainan pada bagian otaknya, terpaksa menjual minuman lemon setiap harinya untuk membantu orang tuanya dalam membiayai operasi bedah otak.

Gadis tersebut mendapat perhatian dan berhasil menarik simpati dari banyak orang. Ia bahkan mendapatkan donasi lebih dari $370 ribu atau setara dengan Rp 5,4 miliar melalui yayasan penggalangan dana online.

Sang Ibunda, Elizabeth Scott mengatakan bahwa pada bulan lalu, tim dokter menemukan bahwa Liza mengalami cerebral malformation dan perlu menjalani prosedur bedah. Ia juga menjelaskan bahwa Liza secara suka rela ikut membantu kedua orang tuanya karena biaya operasi tersebut tidak ditanggung oleh pihak asuransi.


Tersandung Kasus Pelecehan Seksual, Gubernur New York: Saya Tidak Akan Resign

"Liza adalah seorang superstar dan salah satu gadis paling berani yang saya kenal," kata Elizabeth dalam postingan sosial medianya, dikutip Channel News Asia.

Elizabeth mengatakan bahwa Operasi bedah otak yang dijalani oleh Liza pada Senin (8/3) kemarin di sebuah rumah sakit di kota Boston berjalan dengan lancar. Ia menambahkan bahwa putrinya dalam kondisi stabil dan kini dalam masa pemulihan.

Meski demikian, sejumlah prosedur serupa masih diperlukan, namun belum jelas kapan operasi tambahan akan dilakukan.

"Otak Liza selamanya tetap unik dan ekstra spesial usai menjalani bedah otak hari ini," tambahnya.

"Kami sangat bersyukur bahwa Liza kini sudah menjalani pemulihan di ICU dan akan tetap berada di ruangan tersebut untuk beberapa hari sebelum dipindahkan ke ruang perawatan. Ia sudah sadar, dapat berbicara dan bahkan meminta minuman strawberry smoothie," tukasnya.

Iran Minta Eropa Tak Gunakan Ancaman dan Tekanan saat Lakukan Negosiasi terkait Perjanjian Nuklir

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia