logo


Warga Garut Kembali Demo, Tuntut Program CSR PT Star Energy

Forum Masyarakat Pasirwangi (Formasi) Garut kembali menggelar aksi unjuk rasa mendesak PT Star Energy Geothermal Darajat II untuk melaksanakan program CSR mereka.

9 Maret 2021 12:23 WIB

Warga Garut yang tergabung dalam Forum Masyarakat Pasirwangi melakukan aksi demonstrasi pada Selasa (9/3) menuntut program CSR dari PT Star Energy Geothermal
Warga Garut yang tergabung dalam Forum Masyarakat Pasirwangi melakukan aksi demonstrasi pada Selasa (9/3) menuntut program CSR dari PT Star Energy Geothermal dok jitunews

GARUT, JITUNEWS.COM - Warga Garut yang tergabung dalam Forum Masyarakat Pasirwangi (Formasi) pada Selasa (9/3) kembali menggelar aksi unjuk rasa untuk menyampaikan protes mereka terhadap PT Star Energy Geothermal Darajat II.

Warga menilai selama ini perusahaan asing tersebut selama ini sudah mendapatkan keuntungan besar dari sumber daya alam Indonesia, sehingga setidaknya pihak perusahaan bersedia menyisihkan sedikit keuntungan mereka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar.

Dalam aksi tersebut, warga mendesak pihak perusahaan agar menunaikan program CSR atau kepedulian sosial perusahaan yang selama ini sudah dijanjikan, secara transparan.


Ingatkan PA 212 Tidak Gelar Demo Tolak Investasi Miras, PKB: Lagi Pandemi!

"PT. Star Energy memiliki kewajiban sebagai perusahaan untuk menunaikan program CSR (Corporate Social Responsibility) sesuai yang diamanatkan dalam undang-undang No.40 Tahun 2007, PP No. 47 Tahun 2012, UU No.25 Tahun 2007, UU No. 32 Tahun 2009, UU no.22 Tahun 2001," demikian pernyataan perwakilan Forum Masyarakat Pasirwangi, Nyangnyang Solehadin dalam rilisnya yang diterima oleh Jitunews.

Program CSR yang dimaksud adalah program pemberdayaan masyarakat sekitar, dan program bantuan baik secara materi maupun non materi seperti pembiayaan pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lingkungan hingga memberikan peluang kepada pengusaha lokal dan tenaga kerja lokal. Mereka juga meminta agar proses pelaksanaan penentuan dan pendistribusian program CSR tersebut melibatkan unsur masyarakat dan pemerintah kecamatan.

"Tapi kenyataannya sama saja tidak ada perubahan yang nyata. Sementara harapan masyarakat kepada perusahaan menuntut kesejahteraan, perubahan ekonomi, pendidikan, kesehatan dan pengembangan usaha untuk masyarakat. Yang lebih lucu lagi, perusahaan (tersebut merupakan) penghasil listrik tapi di jalan utama dan jalan-jalan perkampungan gelap, tanpa ada penerangan jalan umum," tambahnya.

Dalam pernyataan tertulisnya, Formasi mendesak pihak perusahaan PT. Star Energy untuk mencopot bagian humasnya karena selama ini dinilai tidak kooperatif dan tidak terbuka kepada masyarakat.

Warga juga mengancam akan meminta kepada pemerintah untuk mencabut ijin usaha PT. Star Energy jika program CSR tersebut tidak dijalankan.

"Jika program CSR yang dimaksud tidak dilaksanakan, maka kami (Formasi) akan menuntut pemerintah supaya izin usaha perusahaan dicabut," tukasnya.

Di sisi lain, Manajer Policy, Governmen and Public Affairs (PGPA) Star Energy Geothermal Darajat II, Limited, Nungki Nursasongko, beberapa waktu lalu sudah menegaskan bahwa pihaknya sebenarnya telah menjalankan program CSR setiap tahun berdasarkan persetujuan pemerintah.

"Program-program CSR ini setiap tahunnya kami jalankan setelah mendapat persetujuan dari pemerintah. Hasilnya pun selalu kami laporkan setiap tahunnya kepada pemerintah," kata Nungki dikutip Kabar Priangan.

Tuntut Program CSR, Warga Geruduk PT Star Energy Garut

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia