logo


Kisruh Demokrat Dinilai Musibah Bagi Demokrasi Indonesia, PKS: Pak Jokowi Ditunggu Aksinya Segera!

PKS menilai aksi diamnya Jokowi bisa ditafsirkan menyetujui sikap Moeldoko.

9 Maret 2021 10:39 WIB

istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera meminta Presiden Jokowi bersikap usai Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moledoko terlibat gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat. Ia menilai aksi diamnya Jokowi bisa ditafsirkan banyak hal oleh masyarakat, termasuk ditafsirkan menyetujui sikap Moeldoko.

"Aksi Pak Moeldoko sangat khawatir ditafsirkan diketahui dan disetujui oleh Pak Jokowi, karena beliau aktif sebagai Kepala Staf Kepresidenan, karena itu gonjang-ganjing Demokrat, sebetulnya sangat-sangat buruk bagi Pak Jokowi," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera seperti dilansir detikcom, Senin (8/3/2021).

"Publik sekarang menunggu langkah Pak Jokowi, diamnya Pak Jokowi bermakna setuju dengan aksi Pak Moeldoko, karena itu Pak Jokowi ditunggu aksinya segera, nuwun sewu Pak Jokowi ini jadi preseden buruk dan warisan buruk bagi kepemimpinan Pak Jokowi, ke depannya akan dibaca seluruh anak bangsa," sambungnya.


Moeldoko Dinilai Jadi Beban Ekonomi Jokowi, Demokrat: Kita Aja Diberlakukan Tidak Adil, Apalagi Investor

Mardani menilai bahwa konflik di tubuh Partai Demokrat merupakan musibah bagi demokrasi Indonesia. Ia mengatakan bahwa campur tangan pihak yang aktif dalam pemerintahan dalam sebuah partai menunjukkan partai politik di Indonesia tidak sehat.

"Kisruh Partai Demokrat adalah musibah bagi demokrasi, demokrasi hanya akan sehat ketika partai politiknya sehat. Bahwa ada perpecahan dan faksi dalam partai politik sesuatu yang niscaya, tetapi ada elemen kekuasaan apa lagi figur masih aktif masuk campur dari luar maka ini akan menjadi preseden yang sangat buruk bagi kesehatan partai politik di Indonesia dan otomatis kesehatan demokrasi di Indonesia," ujarnya.

 

Ada yang Aneh Saat Pemilihan Moeldoko Jadi Ketum, Peserta KLB Beberkan Kejanggalan Ini

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati