logo


Iran Minta Eropa Tak Gunakan Ancaman dan Tekanan saat Lakukan Negosiasi terkait Perjanjian Nuklir

Presiden Iran mengatakan bahwa langkah terbaik untuk menyelesaikan isu perjanjian nuklir 2015 atau JCPOA adalah dengan tidak menjatuhkan ancaman atau tekanan terhadap Iran

8 Maret 2021 16:00 WIB

Presiden Iran Hassan Rouhani
Presiden Iran Hassan Rouhani istimewa

TEHERAN, JITUNEWS.COM - Presiden Iran Hassan Rouhani meminta negara-negara Eropa yang ikut serta dalam perjanjian nuklir Iran 2015 untuk tidak menggunakan "ancaman dan tekanan" dalam proses negosiasi dengan Iran.

"Jalan terbaik untuk menyelesaikan permasalahan dengan negara-negara Eropa baik di tingkat bilateral, regional maupun internasional adalah negosiasi berdasar pada sikap saling menghormati dan menghindari ancaman dan tekanan," kata Rouhani saat mengadakan pertemuan dengan menteri luar negeri Irlandia Simon Coveney, dikutip Sputniknews.

Presiden Iran juga menekankan komitmen negara untuk mematuhi ketentuan kesepakatan perjanjian nuklir 2015 dan mengecam negara Eropa yang selama ini ia nilai terlalu lambat dalam mengambil sikap.


Menhan AS: Kami Akan Menyerang, Jika Perlu Dilakukan

"Republik Islam Iran berkomitmen pada kesepakatan (perjanjian nuklir 2015), dan merupakan satu-satunya pihak yang telah membayar untuk (komitmen) itu, tetapi cara seperti ini tidak dapat dilanjutkan, dan implementasi penuh Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231 oleh semua anggota sangat penting untuk memelihara dan menghidupkan kembali JCPOA," tambahnya.

Rouhani juga menegaskan bahwa AS harus mengambil langkah pertama dengan mencabut sanksi terhadap Iran jika mereka serius untuk masuk kembali ke dalam perjanjian tersebut.

"Pengaktifan Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), sebagai perjanjian internasional multilateral, tergantung pada pencabutan sanksi oleh Amerika Serikat dan kepatuhan penuh semua anggota terhadap komitmen," kata presiden Iran tersebut.

 

Tersandung Kasus Pelecehan Seksual, Gubernur New York: Saya Tidak Akan Resign

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia