logo


Menhan AS: Kami Akan Menyerang, Jika Perlu Dilakukan

Menteri Pertahanan AS mengatakan AS tidak akan tinggal diam melihat aset nasional mereka diserang oleh pihak asing

8 Maret 2021 14:46 WIB

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin
Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin reuters

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Menteri Pertahanan Amerika Serikat Austin Lloyd mengatakan bahwa pihaknya berhak melakukan serangan militer untuk mempertahankan kepentingan AS dimana saja dan kapan saja. Pernyataan tersebut ia lontarkan sebagai peringatan kepada siapa saja yang berani menyerang pasukan AS, khususnya di Irak.

"Kami akan menyerang, jika perlu dilakukan, dan pada waktu dan tempat yang kami pilih. Kami berhak melindungi pasukan kami," kata Kepala Pentagon dikutip Reuters.

Austin kemudian mengatakan bahwa AS sudah meminta pemerintah Irak untuk menggelar investigasi terkait serangan rudal di wilayah Iran pada 3 Maret lalu. Austin meyakini dalang dibalik serangan roket tersebut adalah militer Iran.


China Siap Kerja Sama dengan Negara Lain untuk Hentikan Krisis Politik Myanmar

Sebelumnya, serangan roket pada 15 Februari 2021 juga menghantam sebuah pangkalan militer AS di Irak yang menewaskan seorang kontraktor warga negara AS. Pentagon juga menuding serangan tersebut dilakukan oleh kelompok militan yang mendapat dukungan dari Iran.

Tak tinggal diam, presiden AS Joe Biden kemudian menginstruksikan serangan militer pada 25 Februari terhadap fasilitas yang diyakini milik kelompok militan dukungan Iran di Suriah. Pentagon mengklaim serangan tersebut menewaskan satu orang anggota militan dan melukai dua lainnya. Joe Biden mengatakan bahwa serangan tersebut merupakan sebuah pesan bagi Iran bahwa AS tak akan segan untuk membalas semua serangan terhadap pasukan dan kepentingan mereka di Timur Tengah.

Australia Hentikan Kerja Sama Pertahanan dengan Myanmar

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia