logo


Aktivitas Perekonomian Hanya Untungkan Pihak Militer, Asosiasi Bisnis Gelar Aksi Mogok

Asosiasi perdagangan Myanmar menggelar aksi mogok untuk mendukung aksi protes melawan pihak militer

8 Maret 2021 11:45 WIB

Aksi protes di Myanmar menolak tindakan pihak militer mengambil alih pemerintahan
Aksi protes di Myanmar menolak tindakan pihak militer mengambil alih pemerintahan ABC News

YANGON, JITUNEWS.COM - Asosiasi perusahaan perdagangan besar di Myanmar meminta anggota mereka untuk menghentikan seluruh aktivitas perekonomian mulai Senin (8/3) untuk mendukung aksi protes terhadap tindakan militer yang mengambil alih pemerintahan Myanmar.

"Melanjutkan aktifitas ekonomi dan bisnis seperti biasanya hanya akan menguntungkan pihak militer seiring dengan mereka melakukan penindasan terhadap warga masyarakat Myanmar," kata serikat perdagangan Myanmar dalam pernyataan tertulisnya, dikutip Channel News Asia.

"Waktu untuk mengambil tindakan dalam mempertahankan demokrasi adalah sekarang," tambahnya.


China Minta AS Tak Lakukan "Praktek Berbahaya" dengan Mendukung Taiwan

Pernyataan tersebut muncul usai seorang tokoh politik Partai Liga Nasional untuk Demokrasi Myanmar, Khin Maung Latt, tewas dalam penahanan.

Ba Myo Thein, salah seorang anggota parlemen yang berhasil melarikan diri saat pasukan militer Myanmar menangkapi para pejabat pemerintahan Myanmar pada awal Februari lalu, mengatakan bahwa Khin Maung Latt telah mengalami tindak kekerasan, dimana hal tersebut tampak dari bekas luka dan lebam yang ada di beberapa bagian tubuhnya.

"Tampaknya ia ditangkap dan disiksa," kata Ba Myo Thein kepada Reuters.

"Ini sangat tidak dapat diterima," tambahnya.

Belum Teruji, Negara Uni Eropa Diminta Tak Gunakan Vaksin Covid Buatan Rusia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia