logo


China Minta AS Tak Lakukan "Praktek Berbahaya" dengan Mendukung Taiwan

Menteri Luar Negeri China meminta pemerintahan Joe Biden untuk tidak meningkatkan ketegangan di dalam hubungan bilateral kedua negara dengan tidak menunjukkan dukungan terhadap Taiwan.

8 Maret 2021 10:30 WIB

Menteri Luar Negeri China Wang Yi
Menteri Luar Negeri China Wang Yi China Daily

BEIJING, JITUNEWS.COM - Menteri Luar Negeri China kembali meminta pemerintahan Joe Biden untuk tidak melakukan tindakan berbahaya yang sebelumnya dilakukan oleh Donald Trump, yakni dengan mendukung Taiwan, sebuah negara demokrasi yang diklaim oleh Beijing sebagai wilayah teritorialnya.

Amerika Serikat selama ini memang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan. Meski demikian, Washington telah menjalin hubungan secara informal dengan Taipei. Donald Trump bahkan mengirimkan sejumlah pejabat tinggi AS untuk berkunjung ke Taiwan guna menunjukkan dukungan AS terhadap negara tersebut. Langkah Trump itu memicu kemarahan Beijing.

"Pemerintah China tidak punya ruang untuk berkompromi," kata Wang Yi dalam konferensi pers, dikutip Al Jazeera.


AS Ajukan Rencana Percepatan Proses Negosiasi Damai Afghanistan-Taliban

"Kami mendesak pemerintahan baru AS untuk sepenuhnya memahami tingginya sensitivitas terkait isu Taiwan dan secara penuh merubah praktek berbahaya yang dilakukan oleh pemerintahan sebelumnya dengan melanggar batasan dan bermain api," tambahnya.

Sementara itu, Presiden Joe Biden sendiri sudah mengungkapkan bahwa ia menginginkan peningkatan kerjasama dengan China namun sejauh ini ia masih meningkatkan persaingan dalam hal perdagangan, teknologi dan hak asasi manusia.

Pada kesempatan tersebut, Wang Yi juga mendesak AS untuk segera mencabut aturan pembatasan terhadap kerjasama terkait isu perubahan iklim, dan menuding Washington telah membawa kekacauan dengan mengatasnamakan demokrasi.

"Pemerintah AS harus menyadari hal ini secepat mungkin, jika tidak dunia akan terus mengalami ketidak-stabilan," tukas Wang Yi.

Terlibat Kasus Pelecehan Seksual, Gubernur New York Diminta Mundur

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia