logo


Tolak Ajakan Kudeta AHY, Gatot Nurmantyo: Saya Dibesarkan oleh Pak SBY, Terus Mencongkel Anaknya?

Gatot menilai gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat adalah hal yang tidak sehat

7 Maret 2021 18:49 WIB

Gatot Nurmantyo
Gatot Nurmantyo Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mantan Panglima TNI Jenderal Purnawirawan Gatot Nurmantyo mengaku pernah diajak oleh seseorang untuk mendorong pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat. Meski demikian, Gatot enggan menyebut seseorang yang mengajaknya menurunkan kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Yang dilakukan adalah kita mengganti AHY dulu. Setelah AHY turun baru pemilihan, bapak pasti begini, begini," kata Gatot Nurmantyo dalam video yang diunggah di akun Instagramnya, Minggu (7/3/2021).

Gatot mengaku menolak ajakan tersebut lantaran pernah dibesarkan oleh Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia menceritakan bahwa saat SBY menjabat sebagai presiden, ia diangkat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat. Kemudian saat era kepemimpinan Jokowi, ia diangkat menjadi Panglima TNI.


Istana Diam Soal Moeldoko Kudeta Demokrat, Pengamat: Jadi Indikasi Kuat Adanya Restu

"Saya dibesarkan oleh dua presiden, satu oleh Pak Susilo Bambang Yudhoyono, satu oleh Pak Jokowi," ujarnya.

"Terus saya membalasnya dengan mencongkel anaknya," imbuhnya.

Lebih lanjut, Gatot menilai gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat adalah hal yang tidak sehat. Menurutnya, cara tersebut adalah cara instan beberapa pihak untuk menguasai partai politik.

 

 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Gatot Nurmantyo (@nurmantyo_gatot)

Mahfud Bandingkan KLB Demokrat dengan Konflik PKB, Herzaky: Penjelasannya Berputar-putar

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati