logo


Pakar Sebut 30 Ribu Entitas AS Jadi Korban Serangan Hacker China Beberapa Hari Terakhir

Pakar keamanan siber AS mengatakan bahwa lebih dari 30 ribu lembaga dan organisasi di seluruh Amerika Serikat sudah menjadi korban sasaran serangan siber dari para peretas komputer asal China

7 Maret 2021 15:15 WIB

Ilustrasi - internet
Ilustrasi - internet

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Pakar Keamanan Siber Amerika Serikat Brian Kerbs mengatakan bahwa sedikitnya 30 ribu organisasi dan lembaga di AS sudah menjadi sasaran serangan hacker China beberapa hari belakangan ini.

"Sedikitnya 30 ribu organisasi di seluruh Amerika Serikat, termasuk sejumlah perusahaan besar, pemerintah kota dan negara bagian, telah mendapat serangan peretasan dari unit spionase siber China yang sangat agresif yang fokus pada pencurian email," kata Kerbs dalam postingannyaa, dikutip Al Jazeera.

Ia melaporkan bahwa sejumlah orang dalam mengatakan bahwa para peretas telah berhasil mengambil alh ribuan sistem komputer di seluruh dunia menggunakan sebuah software yang mereka susupkan ke dalam sistem.


Laporan Investigasi soal Asal Usul Covid-19 Wuhan Akan Dirilis Tengah Bulan Ini

"Ini merupakan ancaman yang aktif," kata juru bicara Gedung Putih Jen Psaki pada Jumat (5/3) dalam sebuah konferensi pers.

"Semua orang yang menjalankan server-server ini perlu bertindak saat ini juga untuk menghalaunya. Kami sangat khawatir jika serangan ini sudah memakan banyak korban," tambahnya.

Pada awal pekan lalu, perusahaan teknologi Microsoft juga telah menyebut bahwa kelompok yang melakukan serangan siber tersebut adalah para peretas asal China yang tergabung dalam sebuah kelompok bernama Hafnium. Mereka adalah peretas yang memiliki kemampuan tinggi dan mendapat dukungan dari pemerintah China.

Iran Siap Ajukan Rencana Konstruktif untuk Pembicaraan Isu Nuklir dengan Uni Eropa dan AS

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia