logo


Pulih dari Perdarahan Otak, Sir Alex Ferguson: Saya Kehilangan Suara Saya, Tidak Dapat Berbicara dan Itu Mengerikan

Sir Alex Ferguson mengungkapkan bahwa proses pemulihan pasca operasi bedah otak yang ia jalani membuat dirinya ketakutan. Pasalnya, ia mengalami hilang ingatan dan tidak dapat berbicara.

7 Maret 2021 13:16 WIB

Sir Alex Ferguson
Sir Alex Ferguson Goal.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mantan manajer Manchester United Sir Alex Ferguson mengaku sangat ketakutan jika dirinya kehilangan kemampuan berbicara usai menjalani operasi bedah otak di tahun 2018 lalu. Ia juga mengaku sangat khawatir jika prosedur medis yang terpaksa dijalaninya usai mengalami perdarahan otak tersebut membuat dirinya hilang ingatan.

Hal itu ia sampaikan dalam sebuah sesi tanya-jawab yang digelar secara virtual pada acara pemutaran perdana film dokumenter mengenai sejarah kehidupannya, baik di dalam maupun di luar stadion berjudul 'Never Give In'dalam acara film festival Glasgow pada Sabtu (6/3).

Dalam kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa Fergie tersebut mengatakan bahwa proses pemulihan yang ia jalani usai operasi otak tersebut sangat "mengerikan".


Keterlaluan, Bahkan Relawan Paramedis Juga Jadi Sasaran Tindak Kekerasan Militer Myanmar

"Saya kehilangan suara saya, tidak dapat berbicara dan itu mengerikan, sangat mengerikan," kata Ferguson dikutip The Guardian.

Selama proses pemulihan pasca operasi tersebut, Ia mengaku sempat hilang ingatan. Namun, berkat bantuan terapi wicara yang membantunya, dalam waktu sepuluh hari ingatan dan kemampuan berbicara Ferguson berhasil pulih.

"Dan semua pertanyaan seakan muncul di pikiran saya: Apakah ingatan saya akan kembali? Apakah saya dapat berbicara lagi?" tambahnya.

Usai 26 tahun menahkodai Setan Merah, Sir Alex Ferguson diketahui pensiun pada 2013 lalu dengan mempersembahkan 38 trofi.

Dalam sesi tanya jawab tersebut, Fergie juga mengungkap salah satu kenangan terbaik yang ia alami sepanjang karir kepelatihannya di Manchester United, yakni saat dirinya memenangkan titel juara liga Inggris pertamanya.

"Bahkan saat itu saya tidak dapat keluar dari tempat parkir...ada ribuan pendukung (MU) disana dan mereka membuat saya seperti seorang presiden hari itu," kenangnya.

Sementara itu, kenangan yang selalu ia sesaki saat masih aktif berkarir sebagai seorang manajer adalah saat dimana ia kehilangan seorang pemain bintang, terutama talenta muda.

"Itu adalah hal terburuk, saat membiarkan seorang pemain muda pergi," kata Fergie.

"Karena semua ambisi, harapan dan keinginannya adalah bermain untuk Manchester United di depan 75 ribu orang dan pergi ke Wembley dalam sebuah pertandingan final - saat anda mengambil hal tersebut dari mereka (pemain muda), itu adalah sebuah hal yang menyakitkan dan saya membencinya," tukasnya.

Meski WHO Sudah Kirim Tim Peneliti ke Wuhan, tapi Asal Usul Covid-19 Masih Menjadi Misteri

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia