logo


Meski WHO Sudah Kirim Tim Peneliti ke Wuhan, tapi Asal Usul Covid-19 Masih Menjadi Misteri

Pakar menyebut jika investigasi yang dilakukan oleh WHO ke China belum membuahkan hasil dan asal usul virus Covid-19 belum terungkap

5 Maret 2021 21:37 WIB

Pasar Satwa di Kota Wuhan
Pasar Satwa di Kota Wuhan south china morning post

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Meski WHO sudah menerjunkan tim ahli untuk melakukan investigasi ke China pada Januari lalu, namun asal usul virus Sars-Cov-2 penyebab penyakit Covid-19 kemungkinan besar masih akan tetap menjadi misteri. Hal tersebut disampaikan oleh Nikolai Petrovsky, salah satu pakar kesehatan asal Australia.

Nikolai sendiri merupakan satu dari 26 pakar kesehatan yang menandatangani surat terbuka yang meminta agar diterjunkan tim investigasi untuk mengungkap asal muasal virus tersebut.

"Pada titik ini, (pemahaman) kita tidak lebih maju dibanding dengan tahun lalu," katanya dikutip CNA.


Italia Blokir Pengiriman Vaksin Covid-19 ke Australia, Perancis: Kita Juga Bisa Melakukannya

Pada Januari lalu, sebuah tim peneliti yang dipilih oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) sudah mengunjungi sejumlah rumah sakit dan institut riset di Wuhan, China, untuk mencari petunjuk mengenai asal usul virus COVID-19.

Namun, sejumlah pihak melayangkan kritik dan menuding WHO terlalu bergantung pada data yang dihimpun oleh China, yang kemungkinan sudah tecampur dengan kepentingan politik.

Sejumlah anggota tim peneliti juga mengatakan bahwa pemerintah China terlihat tidak keberatan untuk membagikan data penting terkait kasus Covid-19 pada tahap awal.

"Semua kemungkinan masih ada diatas meja," kata Petrovsky.

Dalam sebuah konferensi pers saat tim investigasi mengakhiri kunjungannya di WUhan, kepala tim tersebut, Peter Ben Embarek menyebut bahwa kemungkinan virus Covid-19 sudah 'bocor' dari sebuah laboratorium di Wuhan.

Petrovsky menilai pernyataan tersebut "tidak masuk akal" mengingat tim peneliti tersebut sejauh ini belum berhasil menemukan siapa pasien 'zero' atau orang pertama yang terinfeksi.

Keterlaluan, Bahkan Relawan Paramedis Juga Jadi Sasaran Tindak Kekerasan Militer Myanmar

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia