logo


Perancis Minta Negara Anggota Uni Eropa Tak Beli Vaksin Covid-19 Buatan Rusia atau China

Menteri urusan Uni Eropa Perancis, Clement Beaune khawatir jika vaksin Covid-19 buatan Rusia dan China dapat menimbulkan resiko kesehatan mengingat belum mendapat ijin dari Badan Pengawas Obat Uni Eropa (EMA)

5 Maret 2021 17:57 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi istimewa

PARIS, JITUNEWS.COM - Menteri Urusan Uni Eropa Perancis, Clement Beaune, pada Jumat (5/3) meminta agar negara-negara anggota Uni Eropa tidak membeli dan menggunakan vaksin Covid-19 buatan Rusia atau China, mengingat vaksin-vaksin tersebut belum mendapatkan persetujuan oleh Otoritas Pengawas Obat Uni Eropa (EMA).

Beaune khawatir jika penggunaan vaksin buatan China dan Rusia dapat meningkatkan resiko kesehatan dan bahkan melemahkan solidaritas antara sesama negara anggota Uni Eropa.

"Jika mereka memilih vaksin China dan/ atau Rusia, saya pikir itu akan sangat serius," kata Beaune kepada radio RTL.


Lakukan Kejahatan Perang, PBB Minta Pasukan Eritrea Keluar dari Ethiopia

“Ini akan menimbulkan masalah dalam hal solidaritas kita, dan itu juga menimbulkan masalah risiko kesehatan, karena vaksin Rusia itu belum disahkan di Eropa. Permintaan persetujuan telah dibuat tetapi belum disahkan di Eropa, dan bahkan belum ada permintaan untuk vaksin China,” tambah Beaune.

Untuk diketahui, terhambatnya pasokan sejumlah vaksin Covid-19 yang dipesan oleh Uni Eropa telah membuat sejumlah negara anggota blok tersebut, seperti Hungaria, Slovakia, dan Ceko, tertarik menggunakan vaksin buatan China dan Rusia.

EMA sendiri saat ini tengah mengkaji apakah vaksin buatan Rusia tersebut aman dan efektif untuk digunakan dalam program vaksinasi Covid-19 Uni Eropa.

Sementara itu, Presiden Polandia Andrzej Duda bahkan sudah melakukan kontak dengan Presiden Xi Jinping terkait rencana pembelian vaksin Covid-19 buatan China. Hal tersebut disampaikan oleh salah satu penasihatnya kepada kantor berita PAP pada awal pekan ini. Namun, Menteri Kesehatan Polandia Adam Niedzielski mengatakan bahwa ia tidak merekomendasikan vaksin buatan China tersebut untuk digunakan dalam program vaksinasi karena kurangnya data yang ada.

Dewan HAM PBB Minta Sanksi yang Lebih Berat untuk Militer Myanmar

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia