logo


Lakukan Kejahatan Perang, PBB Minta Pasukan Eritrea Keluar dari Ethiopia

PBB meminta pasukan Eritrea untuk meninggalkan wilayah Tigray, Ethiopia

5 Maret 2021 17:13 WIB

Ilustrasi Pasukan Eritrea
Ilustrasi Pasukan Eritrea istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - PBB pada Kamis (4/3) meminta pasukan militer Eritrea untuk segera angkat kaki dari wilayah Tigray, Ethiopia karena dinilai sudah melakukan tindak kejahatan perang.

"Pasukan Pertahanan Eritrea harus meninggalkan Ethiopia, dan mereka tidak boleh diaktifkan atau diizinkan untuk melanjutkan kampanye penghancuran sebelum mereka melakukannya," kata kepala bantuan PBB Mark Lowcock kepada Dewan Keamanan PBB dalam sebuah pernyataan tertulis dikutip Reuters.

Baik pemerintah Ethiopia dan Eritrea telah membantah bahwa pasukan Eritrea telah beroperasi di dalam wilayah Tigray, terlepas dari puluhan saksi mata yang mengaku mengetahui apa yang sudah dilakukan oleh pasukan Eritrea di wilayah tersebut.


Daftar Lembaga Myanmar yang Dapat Sanksi dari AS Semakin Panjang

"Sekarang sangat jelas bagi semua, dan secara terbuka diakui oleh pejabat pemerintahan di Tigray, bahwa Pasukan Pertahanan Eritrea beroperasi di seluruh Tigray," kata Lowcock.

“Laporan yang dikuatkan dengan baik yang tak terhitung jumlahnya menunjukkan kesalahan mereka atas tindak kekejaman yang mereka lakukan," lanjutnya.

Sementara itu, Dubes AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield menyatakan bahwa pemerintahan Joe Biden juga sudah menerima peringatan adanya situasi krisis kemanusiaan dan HAM yang terjadi di Ethiopia.

"Kami mendesak pemerintah Ethiopia untuk mendukung segera diakhirinya pertempuran di Tigray, dan penarikan pasukan Eritrea dan pasukan regional Amhara dari Tigray adalah langkah-langkah penting," kata Linda.

Militer Myanmar Lakukan Kekerasan terhadap Warga Sipil, Menlu Singapura: Memalukan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia