logo


Menlu AS Sebut Ancaman Terbesar bagi Dunia Internasional adalah China

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan bahwa China tak hanya menjadi ancaman terbesar bagi AS saja, tapi juga bagi sistem internasional yang selama ini terbuka dan stabil.

4 Maret 2021 21:00 WIB

AS-China
AS-China istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken pada Rabu (3/3) mengatakan bahwa China merupakan ancaman terbesar Amerika Serikat dalam berbagai sektor.

"China adalah satu-satunya negara dengan perekonomian, diplomatik, militer dan kekuatan teknologi yang secara serius mengancam sistem internasional yang terbuka dan stabil, semua aturan, nilai dan hubungan yang dapat membuat dunia bekerja seperti yang kita semua inginkan," kata Blinken dalam pidatonya di Washinton, dikutip Al Jazeera.

Ia menambahkan bahwa AS akan berkolaborasi dengan China di sejumlah sektor yang memungkinkan meski akan tetap menjadi rival.


Israel Marah, Mahkamah Pidana Internasional Gelar Investigasi soal Penjahat Perang di Palestina

"Ini membutuhkan kita untuk terlibat dalam diplomasi dan dalam organisasi internasional karena saat kita menarik diri, China telah mengisinya,” kata Blinken.

Blinken juga mengatakan bahwa AS akan selalu menentang penindasan yang dilakukan oleh pemerintah China terhadap muslim Uighur serta upaya merusak demokrasi Hong Kong.

Dalam kesempatan tersebut, Blinken juga menyinggung soal isu pengembangan nuklir Iran dan Korea Utara, krisis politik di Myanmar dan perkembangan situasi di Timur Tengah.

“Warga Amerika benar-benar waspada terhadap intervensi militer AS yang berkepanjangan di luar negeri. Kami telah melihat bagaimana mereka sering kali datang dengan biaya yang terlalu tinggi baik bagi kami maupun bagi orang lain,” lanjut Blinken.

"Ketika kita melihat kembali beberapa dekade belakangan ini, keterlibatan militer kita di dunia, terutama di Afghanistan dan Timur Tengah, kita harus mengingat apa yang telah kita pelajari tentang batas-batas kekuatan untuk membangun perdamaian yang tahan lama," katanya.

Pada saat yang bersamaan, lanjutnya, pemerintah AS tidak akan pernah ragu untuk menggunakan kekuatan tempur saat kepentingan nasional dan warga Amerika terancam.

AS Menentang Keputusan Mahkamah Pidana Internasional terkait Investigasi Tindak Kejahatan Perang di Palestina

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia