logo


Perancis Kembali Minta Militer Myanmar Bebaskan Aung San Suu Kyi

Presiden Perancis Emmanuel Macron pada Kamis (4/3) kembali meminta militer Myanmar untuk menghentikan penindasan mereka dan membebaskan tokoh pemerintahan Myanmar yang mereka tangkap pada akhir Januari lalu.

4 Maret 2021 19:18 WIB

Aung San Suu Kyi
Aung San Suu Kyi REUTERS

PARIS, JITUNEWS.COM - Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Kamis (4/3) kembali meminta militer Myanmar untuk segera mengakhiri penindasan mereka terhadap warga sipil. Hal tersebut ia sampaikan sehari usai PBB mengatakan bahwa 38 orang warga sipil Myanmar telah tewas dalam aksi unjuk rasa memprotes tindakan militer Myanmar yang pada awal bulan Februari lalu melakukan kudeta.

“Prancis meminta (militer Myanmar) untuk segera mengakhiri penindasan di Myanmar, pembebasan orang-orang yang mereka tahan dan menghormati pilihan demokratis rakyat Myanmar seperti yang diungkapkan dalam pemilihan baru-baru ini. Kami ada di sisi Anda,” tulis Macron dalam pesan Twitter, dikutip Reuters.

Pada Kamis ini, Reuters melaporkan bahwa aksi demonstrasi kembali terjadi di sejumlah kota di Myanmar dimana petugas kepolisian berupaya membubarkan aksi tersebut dengan gas air mata dan peluru tajam. Sejauh ini belum ada korban tewas yang dilaporkan.


Waspada Vaksin Covid-19 Palsu, Ribuan Dosis Sudah Diamankan oleh Polisi China dan Afrika Selatan

Seakan tidak terpengaruh oleh tindakan keras yang dilancarkan petugas keamanan, para pendemo terus saja menolak untuk menerima pihak militer mengendalikan roda pemerintahan Myanmar. Mereka juga bertekad akan terus menggelar aksi demonstrasi hingga tokoh pemimpin pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi dibebaskan dan pihak militer mengakui kemenangannya dalam pemilu yang digelar November lalu.

Siap Hadapi Tekanan Internasional, Militer Myanmar: Kami Sudah Terbiasa dengan Sanksi

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia