logo


Waspada Vaksin Covid-19 Palsu, Ribuan Dosis Sudah Diamankan oleh Polisi China dan Afrika Selatan

Interpol mengungkap bahwa ribuan dosis vaksin Covid-19 palsu sudah menyebar luas dan diperdagangkan secara online

4 Maret 2021 18:33 WIB

Ilustrasi, vaksin palsu.
Ilustrasi, vaksin palsu. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Lembaga Kepolisian Internasional, Interpol, mengungkap bahwa bahwa vaksin Covid-19 palsu sudah mulai diedarkan oleh jaringan kriminal, dimana otoritas China dan Afrika Selatan sejauh ini sudah berhasil mengamankan ribuan dosis vaksin palsu tersebut.

Dalam pernyataan tertulis yang dirilis pada Rabu (3/3), Interpol mengatakan bahwa setidaknya ada lebih dari 2.400 dosis vaksin Covid-19 palsu berhasil diidentifikasi oleh kepolisian Afrika Selatan. Vaksin-vaksin tersebut disimpan di sebuah gudang yang terletak di luar kota Johannesburg. Dalam penyergapan tersebut, petugas polisi juga mengamankan sejumlah masker medis palsu, dan menangkap empat orang yang diduga sebagai pelaku. Tiga diantaranya adalah warga negara China.

"Sejak Covid-19 berhasil masuk ke Afrika Selatan, pemerintah telah melakukan pendekatan penegakan hukum multi-disiplin yang terintegrasi," kata juru bicara kepolisian Afrika Selatan, Brigadir Vish Naidoo, dikutip Al Jazeera.


Kiriman Vaksin dari Uni Eropa Terkendala, Pemerintah Jerman Diminta Beli Vaksin COVID buatan Rusia

"(Pendekatan) ini, bersama dengan hubungan kami dengan mitra dari semua negara anggota Interpol, terbukti sangat efektif seperti yang telah kita lihat dalam penangkapan warga negara asing yang mencoba menjual vaksin palsu kepada orang-orang yang tidak memiliki kecurigaan (kepada mereka) di Afrika Selatan,” tambahnya.

Sementara itu, kepolisian China juga berhasil mengidentifikasi jaringan pengedar vaksin Covid-19 palsu dalam sebuah investigasi yang didukung oleh Interpol. Kepolisian China melakukan penyergapan di sebuah fasilitas pabrik vaksin Covid-19 palsu dan berhasil mengamankan barang bukti sebanyak lebih dari 3.000 dosis vaksin. Selain itu, sedikitnya 80 orang juga berhasil diamankan dari lokasi tersebut.

“Pemerintah China sangat mementingkan keamanan vaksin. Polisi China sedang melakukan kampanye yang ditargetkan untuk mencegah dan menindak kejahatan yang berkaitan dengan vaksin," kata juru bicara kementerian keamanan publik China.

Pihak Interpol sendiri pada awal tahun ini sudah mengeluarkan peringatan kepada semua negara untuk bersiap menghadapi jaringan kriminal yang mengincar vaksin Covid-19, baik secara fisik maupun melalui serangan siber.

"Meski kami menyambut baik hasil ini, tapi ini hanyalah puncak gunung es terkait dengan tindak kejahatan terhadap vaksin Covid-19," kata Sekertaris Jenderal Interpol Juergen Stock.

"Tidak ada vaksin COVID-19 yang sudah mendapat persetujuan, yang dijual secara online. Semua vaksin yang diiklankan di website atau dark web bukanlah vaksin resmi, belum diujicobakan dan kemungkinan sangat berbahaya," kata Interpol.

Dituding Lakukan Pelecehan Seksual terhadap Beberapa Perempuan, Gubernur New York: Itu Tidak Disengaja

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia