logo


6 Laskar FPI yang Tewas Ditetapkan Tersangka, Refly Harun Bingung

Jika seseorang dijadikan tersangka dan dalam kasus dia meninggal dunia, maka kasusnya dihentikan.

4 Maret 2021 15:42 WIB

Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun
Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun Media Indonesia

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun heran dengan penetapan enam Laskar FPI yang tewas sebagai tersangka penyerangan petugas di Tol Jakarta-Cikampek pada 7 Desember 2020 lalu. Menurutnya, tidak ada arwah yang bisa dijadikan tersangka.

“Ngeri-ngeri sedap, Bareskrim menetapkan enam laskar FPI sebagai tersangka. Keenamnya telah tewas ditembak polisi,” ujar Refly Harun di kanal YouTube-nya, Kamis (4/3).

Saking bingungnya, Refly bertanya kepada temannya yang merupakan ahli hukum pidana. Dia menanyakan tentang preseden mayat dijadikan tersangka.


6 Laskar FPI yang Tewas Ditetapkan Jadi Tersangka, Pengacara: Mau Langkah Hukum Apaan

“Dia jawab, ‘sependek pengetahuan saya tidak pernah’, biasanya seseorang dijadikan tersangka dan dalam kasus dia meninggal dunia kasusnya dihentikan, itu misalnya terjadi pada Ustaz Maaher,” ujarnya.

Kasus pidana berbeda dengan perdata. Dalam perdata, jika salah satu pihak meninggal dunia, maka dia bisa dialihkan kepada pihak lain yang berkaitan.

“Misalnya, di antara anggota keluarga, jadi tidak bisa case closed. Namun, kalau kasus pidana itu individual responsibility, artinya tanggung jawab individual. Jika yang bersangkutan meninggal maka proses dihentikan,” jelasnya.

6 Laskar FPI yang Tewas Ditetapkan Jadi Tersangka, Pakar Hukum: Konyol

Halaman: 
Penulis : Iskandar