logo


Marah Besar, Joe Biden Sebut Keputusan Texas Cabut Aturan Masker sebagai Pemikiran Manusia Purba

Presiden AS Joe Biden mengecam keputusan sejumlah pemerintah negara bagian yang melonggarkan aturan pembatasan sosial

4 Maret 2021 15:19 WIB

Joe Biden
Joe Biden politico

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Keputusan sejumlah pemerintah negara bagian AS, seperti Texas dan Mississippi, mencabut aturan pembatasan sosial dan tidak lagi mewajibkan penggunaan masker mendapat kecaman dari Presiden Joe Biden.

Joe Biden bahkan menyebut keputusan tersebut adalah pemikiran "Neanderthal" atau manusia purba dan tentunya merupakan sebuah kesalahan.

"Menurut saya, ini adalah kesalahan besar. Lihat, saya harap semua orang menyadarinya sekarang juga, bahwa masker-masker ini telah membuat sebuah perubahan," kata Joe Biden dikutip RT.com.


Meski Sanksi AS dan Uni Eropa Tak Ada Artinya, Rusia Tetap Akan Lakukan Pembalasan

Biden menegaskan bahwa penggunaan masker harus tetap diwajibkan mengingat AS belum menyelesaikan program vaksinasi Covid-19.

"Hal-hal terakhir yang kita perlukan adalah pemikiran Neanderthal (manusia purba) bahwa saat ini semuanya baik-baik saja, lepaskan masker anda, dan lupakanlah," tambah Biden.

"Sangat penting bagi mereka untuk terus mematuhi ilmu pengetahuan: cuci tangan anda, (dengan) air panas, dan lakukan secara rutin. Gunakan masker dan tetap jaga jarak. Dan saya tahu anda semua sudah mengetahuinya. Saya harap beberapa pejabat yang terpilih juga sudah memahaminya," lanjut Biden.

Seperti diketahui, Gubernur Negara Bagian Texas, Greg Abbott, pada Selasa (2/3) telah mengumumkan bahwa pihaknya akan mencabut aturan pembatasan sosial berskala besar dengan mengijinkan seluruh kegiatan perekonomian untuk beroperasi kembali secara penuh mulai pekan depan. Ia juga tidak lagi mewajibkan warganya untuk menggunakan masker saat berada di tempat umum atau kerumunan.

"Ini waktunya membuka Texas 100 persen," kata Abbott yang merupakan politisi Partai Republikan pada Selasa (2/3), dikutip BBC.

Kelompok Pemberontak Houthis Sebut AS Tak Ingin Konflik Yaman Segera Berakhir

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia