logo


Almarhum 6 Laskar FPI Ditetapkan Tersangka, Pakar Hukum: Rekomendasi Komnas HAM Sebaiknya Ditindaklanjuti

Dia menekankan bahwa kesimpulan penyidikan harus memperhatikan ketentuan berlaku

4 Maret 2021 14:47 WIB

NU online

JAKARTA,JITUNEWS.COM- Pakar Hukum Pidana, Suparji Ahmad menghargai penyelidikan dan penyidikan yang menetapkan 6 pengawal HRS jadi tersangka. Namun, ia menekankan bahwa kesimpulan penyidikan harus memperhatikan ketentuan berlaku.

"Saya menghargai kerja penyidik yang telah melakukan penyelidikan dan penyidikan perkara tersebut. Namun, kesimpulan dan keputusan dalam proses hukum tersebut harus memperhatikan ketentuan yang berlaku," kata Suparji di Jakarta, Kamis (04/03/2021).

Suparji menjelaskan, ketentuan yang ia maksud yaitu tiga hal. Yaitu pasal 77 KUHP, Putusan MK no 21 tahun 2014 serta pasal 109 KUHAP.


Perpres Investasi Miras Dicabut, Anak Buah Rizieq Masih Belum Puas

"Pasal 77 KUHP misalnya, penuntutan itu tidak dapat dilanjutkan bila si tertuduh ini meninggal dunia. Lalu pasal 109 KUHAP, penyidikan harus dihentikan jika tersangka meninggal dunia,” paparnya.

"Sedangkan putusan MK no.21 th 2014 mengharuskan untuk penetapan tersangka harus terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan calon tersangka," sambungnya.

Menurutnya, penetapan tersangka memang menunjukkan bahwa telah ada proses hukum. Akan tetapi proses hukum justru mendatangkan misteri baru.

"Kenapa meninggal jadi tersangka? Bagaimana prosesnya? Lalu kasus ini mau bagaimana prosesnya? Pertanyaan itulah yang kemudian muncul di tengah masyarakat," ujarnya.

Maka, ia menyarankan agar status tersangka tersebut dicabut. Lebih baik, kata dia, Polisi melanjutkan rekomendasi dari Komnas HAM yang beberapa waktu lalu disampaikan ke Presiden.

"Rekomendasi Komnas HAM alangkah baiknya ditindak lanjuti, di samping agar ada titik terang, rekomendasi tersebut juga cukup mengerucut," pungkasnya.

Penyidikan Kasus 6 Laskar FPI Dihentikan, Argo: Sudah Tidak Berlaku di Mata Hukum

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar