logo


Nurdin Abdullah Dinilai Tidak Kooperatif, KPK: Kami Nunggu Lama, Padahal Tahu Ada Tim

Ali menegaskan bahwa penangkapan Nurdin Abdullah adalah bagian dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK

4 Maret 2021 06:30 WIB

Nurdin Abdullah
Nurdin Abdullah Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Plt Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ali Fikri menyebut bahwa Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah tidak kooperatif dalam kasus korupsi yang menjeratnya. Ia menceritakan saat penangkapan Nurdin Abdullah di rumah dinasnya yang terkesan alot.

"Ketika dilakukan penangkapan juga yang bersangkutan sedang ada di rumah, tim juga di sana cukup lama, kemudian kami menilai tidak kooperatif," kata Ali Fikri seperti dilansir detikcom, Rabu (3/3/2021).

Ali menceritakan bahwa KPK harus menunggu lama agar bisa bertemu dengan Nurdin Abdullah. Padahal saat itu, pihak Nurdin Abdullah sudah mengetahui bahwa ada tim KPK.


Nurdin Abdullah Terjerat Korupsi, Hasto Janji PDIP Tak Lakukan Intervensi Hukum

"Karena tim sudah datang di tempat itu, sudah cukup lama menunggu dari informasi yang kami terima, tapi kemudian tidak keluar juga," ujarnya.

"Dan mereka berkumpul di sebuah kamar, tidak hanya sendiri, tapi ada keluarganya juga, kalau dikatakan lagi tidur, ya saya kita tidak juga, karena sudah lama, tahu ada tim. Bahkan informasinya sudah cukup lama menunggu," sambungnya.

Ali menegaskan bahwa penangkapan Nurdin Abdullah adalah bagian dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Pihaknya pun kini telah mempunyai bukti yang kuat dalam penetapan Nurdin Abdullah sebagai tersangka.

"Kami menduga dan kami punya keyakinan dengan bukti yang cukup bahwa ketiganya sudah intensif melakukan komunikasi. Dan kemudian, kalau kita bicara secara hukum, ada satu kehendak yang sama, keinginan yang sama. Itu nanti akan kami buktikan semua. Oleh karena itu, kami tegaskan bahwa kami memiliki barang bukti cukup menetapkan mereka sebagai tersangka," tandasnya.

 

Nurdin Disebut Niat Korupsi Sejak Awal Nyagub, Rocky Gerung: Dia Sadar Masuk ke Sarang Koruptor

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati