logo


Geram Kapal Pesiar Cuma Bersandar di Indonesia, Erick Thohir Jadi Ngomong Kasar

Erick ingin kapal-kapal pesiar yang bersandar di perairan di Indonesia memberi kontribusi bagi pembangunan daerah yang disandarinya

4 Maret 2021 06:00 WIB

kompas.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengaku geram dengan kapal pesiar yang hanya bersandar di perairan Indonesia. Hal tersebut ia sampaikan menanggapi banyaknya kapal pesiar yang hanya menumpang di sejumlah destinasi wisata seperti Sabang, Laboan Bajo, dan Raja Ampat.

"Jadi kapal pesiar yang masuk ke Indonesia, ya mohon maaf, kalau saya berkata-kata kasar, bukan hanya tadi, numpang merapat saja," tegas Erick dalam pertemuan tiga menteri muda bersama Menparekraf Sandiaga Uno dan Mendikbud Nadiem Makarim di bilangan Dharmawangsa, Jakarta, Rabu (3/3/2021).

Erick meninginkan agar kapal-kapal pesiar yang bersandar di perairan di Indonesia juga memberi kontribusi bagi pembangunan daerah yang disandarinya. Hal tersebt tentunya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.


Bantah Ada Chip di Vaksin Covid-19, Erick Thohir: Keluarga Terjaga Itu Paling Penting

"Tapi (kapal pesiar ini) juga membangun ekonomi yang ada di daerah tersebut. Itu yang akan kita sepakati," terang Erick.

Lebih lanjut, Erick meminta agar antar kementerian harus saling bersinergi dan bekerja sama agar meghasilkan sesuatu yang berguna bagi bangsa dan negara.

"Saya rasa di era COVID-19 ini penting sekali kementerian itu harus bekerja sama bergotong royong untuk menghasilkan sesuatu yang baik. Tadi Pak Sandi berbicara bagaimana UKM, pembukaan lapangan kerja. Pak Nadiem juga bagaimana cagar budaya," jelas Erick.

"Tentu kami dari Kementerian BUMN tugasnya kan selalu infrastruktur. Nah, salah satunya yang nanti kita sepakati bagaimana juga daripada membangun turis kelautan, turisme di kelautan," pungkasnya.

Ditunjuk Jadi Komisaris PTPN V, Budiman Sudjatmiko: Saya Tak Mau Sekadar Nongkrong Gabut

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati