logo


Meski Sanksi AS dan Uni Eropa Tak Ada Artinya, Rusia Tetap Akan Lakukan Pembalasan

Pemerintah Rusia akan membalas tindakan AS dan Uni Eropa yang menjatuhkan sanksi terhadap Moskow terkait isu penahanan tokoh oposisi Alexei Navalny

3 Maret 2021 21:55 WIB

Presiden Rusia Vladimir Putin
Presiden Rusia Vladimir Putin istimewa

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Pemerintah Rusia pada Rabu (3/3) menyebut bahwa sanksi yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa kepada Moskow terkait penahanan tokoh oposisi Alexei Navalny adalah sebuah bentuk intervensi terhadap urusan dalam negeri Rusia. Oleh karena itu, Rusia akan melakukan tindakan balasan, meski sanksi AS dan Uni Eropa tersebut tidak terlalu berdampak.

Pada Selasa (2/3) pemerintahan Joe Biden telah menjatuhkan sanksi terhadap tujuh pejabat tinggi dan 14 lembaga Rusia, sementara Uni Eropa sebelumnya juga sudah memasukkan empat nama pejabat pemerintahan Rusia dalam daftar penerima sanksi mereka. Dengan sanksi tersebut, mereka dilarang masuk ke wilayah Uni Eropa dan Amerika Serikat dan aset yang mereka di dua wilayah tersebut dapat dibekukan.

Sanksi tersebut dijatuhkan usai permintaan Uni Eropa dan AS terkait pembebasan tokoh oposisi Rusia Alexei Navalny tidak dikabulkan oleh Kremlin.


Fasilitas Pemeriksaan Covid-19 di Belanda Meledak, Polisi: Itu Sengaja

Juru bicara pemerintah Rusia Dmitry Peskov mengatakan bahwa Moskow akan melakukan tindakan balasan sesuai dengan kepentingannya.

"Tentu saja, sangat tindak mungkin (bagi kami) untuk tidak menggunakan prinsip timbal balik," kata Peskov kepada awak media, dikutip Reuters.

"Kami menganggap keputusan (AS dan Uni Eropa) tersebut sebagai langkah yang konyol, tidak dapat dibenarkan dan yang paling penting, itu semua tidak akan berarti apa-apa," tambahnya.

Peskov mengatakan bahwa sanksi AS tersebut tidak berdampak karena para pejabat tinggi Rusia tidak diijinkan untuk melakukan perjalanan keluar Rusia, memiliki properti di luar negeri ataupun menyimpan uang di bank asing.

"Sanksi ini prakteknya hanya sebuah duplikasi dari aturan pembatasan yang diberlakukan kepada orang-orang ini di bawah undang-undang Rusia, tidak lebih," tukasnya.

Meski tidak berdampak, Peskov memperingatkan bahwa sanksi tersebut dapat merusak hubungan antara Rusia dengan Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Pengumuman, Hanya yang Sudah Disuntik Vaksin Covid-19 yang Diijinkan Ikut Ibadah Haji

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia