logo


Hadapi Ancaman Rusia dan China, AS dan Sekutu Diminta Dukung Pengembangan Senjata AI

Sebuah laporan yang disusun oleh komite bentukan pemerintah dan Kongres AS mendesak Presiden Joe Biden untuk mendukung pengembangan senjata otonom berteknologi AS untuk meningkatkan kemampuan militer.

3 Maret 2021 18:45 WIB

Joe Biden
Joe Biden NBC News

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Pemerintah AS dan sekutunya harus menolak seruan untuk melarang penggunaan sistem senjata otonom berteknologi AI. Hal tersebut disampaikan oleh sebuah komite yang dibentuk oleh pemerintah dan Kongres AS dalam laporannya.

Dalam laporan tersebut, Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan akan mempercepat "waktu pengambilan keputusan" dan meningkatkan kemampuan militer yang tidak dapat dilakukan oleh manusia dengan cukup cepat.

Panel tersebut juga memperingatkan Rusia dan China tidak akan mungkin untuk mematuhi perjanjian semacam itu.


Email Perusahaan Milik Bill Gates Diretas, Microsoft Sebut Pelakunya Hacker China

Meski demikian, para pakar dan pengamat mengklaim proposal tersebut dapat memicu terjadinya perlombaan senjata yang "tidak bertanggung jawab".

"Ini adalah laporan yang mengejutkan dan menakutkan, yang dapat mengarah pada penggunaan senjata AI yang dapat memutuskan sendiri siapa yang harus dibunuh," kata Prof Noel Sharkey, juru bicara Kampanye Penghentian Robot Pembunuh, dikutip BBC.

"Ilmuwan AI paling senior di planet ini telah memperingatkan mereka tentang konsekuensinya, namun mereka terus melanjutkan," tambahnya.

"Ini akan menyebabkan pelanggaran berat hukum internasional," lanjutnya.

Laporan tersebut membantah bahwa jika sistem senjata otonom telah diuji dengan benar dan diizinkan untuk digunakan oleh seorang manusia, maka sistem tersebut harus konsisten dengan Hukum Kemanusiaan Internasional.

Rekomendasi tersebut dibuat oleh National Security Commission on AI - badan yang dipimpin oleh mantan kepala Google Eric Schmidt dan mantan Wakil Menteri Pertahanan Robert Work, yang bertugas di bawah Presiden Obama dan Trump.

Crazy Rich Jepang Buka Audisi Jalan-jalan Gratis ke Bulan dengan Space-X, Berminat?

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia