logo


Emmanuel Macron Desak Iran Kembali Patuhi Aturan Perjanjian Nuklir

Presiden Perancis meminta Iran untuk kembali memberikan akses secara penuh kepada badan pengawas program nuklir untuk melakukan pemantauan dalam proyek pengembangan nuklir iran

3 Maret 2021 16:45 WIB

Emmanuel Macron
Emmanuel Macron istimewa

PARIS, JITUNEWS.COM - Presiden Perancis Emmanuel Macron meminta Iran untuk menunjukkan gestur yang positif dengan kembali mematuhi aturan yang telah disepakati dalam perjanjian nuklir Iran 2015 atau JCPOA. Hal tersebut ia sampaikan saat melakukan pembicaraan dengan Presiden iran Hassan Rouhani pada Selasa (2/3).

Pembicaraan tersebut dilakukan usai beberapa hari yang lalu Kementerian Luar Negeri Iran menolak untuk menggelar pertemuan informal dengan Amerika Serikat dan negara-negara Eropa guna membahas mengenai upaya implementasi kembali aturan perjanjian JCPOA yang sejak 2018 lalu sudah mulai dilanggar. Iran meminta agar AS bersedia mencabut semua sanksi atas Teheran sebelum sepakat menggelar pembicaraan informal tersebut.

Dalam sebuah pernyataan tertulis, kantor kepresidenan Perancis mengatakan bahwa Macron juga meminta Rouhani untuk kembali bekerja sama dengan lembaga pengawas nuklir PBB (IAEA) dengan memberikan akses kepada lembaga tersebut untuk mengawasi aktifitas pengembangan nuklir Iran.


Rugi Terus, AS Bakal Lakukan Segala Cara Buat Lawan Praktek Perdagangan Tidak Fair China

Macron juga menyampaikan kekhawatirannya terhadap tindak pelanggaran yang sudah dilakukan oleh Iran atas perjanjian nuklir yang ditanda-tangani di Vienna tersebut.

"Kepala pemerintahan Perancis menekankan sangat penting bagi Iran untuk menunjukkan segera gestur yang jelas sehingga dialog dapat kembali dilanjutkan dengan semua pihak yang ikut menandatangani perjanjian Vienna," kata kantor kepresidenan Perancis dalam pernyataan tertulisnya, dikutip Al Jazeera.

Pada bulan lalu, pemerintah Iran mengumumkan bahwa mereka akan membatasi akses Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dalam melakukan pengawasan terhadap program pengembangan nuklirnya.

ISIS Sudah Hancur tapi Belum Mati, Konsultan Keamanan: Ancaman ISIS Sangatlah Nyata

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia