logo


ISIS Sudah Hancur tapi Belum Mati, Konsultan Keamanan: Ancaman ISIS Sangatlah Nyata

Banyak warga Irak yang khawatir jika kelompok teroris ISIS masih ada dan sedang membangun kembali sel mereka

3 Maret 2021 16:03 WIB

Bendera ISIS
Bendera ISIS sputniknews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Meski secara fisik kelompok teroris ISIS sudah berhasil dihancurkan oleh pasukan koalisi di Suriah pada 2019 lalu, namun ideologinya kemungkinan besar masih tetap ada di kawasan tersebut. Apalagi para 'mantan' pejuang ISIS hingga saat ini diketahui masih belum meninggalkan wilayah perbatasan Suriah dan Irak.

Hal tersebut membuat masyarakat yang tinggal di sana masih sangat khawatir.

Dilansir dari Al Jazeera, Rania Najim Abed, salah satu warga yang tinggal di wilayah utara Irak, mengaku masih sangat trauma dan khawatir ISIS akan kembali menyerang dalam waktu dekat.


Pemerintah Belarus Kejar Tokoh Oposisi yang Melarikan Diri ke Lithuania

Pada tahun 2014 lalu, Abed dan keluarganya terpaksa melarikan diri dari Nineveh ke Kirkuk untuk menghindari serangan ISIS. Pada waktu itu, ISIS terus melakukan pembantaian terhadap kelompok minoritas dan menguasai sejumlah wilayah di perbatasan Suriah-Irak.

Kemudian di tahun 2016, ISIS melancarkan serangan ke wilayah Kirkuk.

"Saya waktu itu tengah mengambil kuliah medis di Kirkuk," kata Abed.

"Saya sangat ketakutan dan khawatir mereka kemungkinan akan menculik saya seperti yang mereka lakukan terhadap gadis-gadis lainnya. Beruntung pasukan Kurdis melindungi kami," tambahnya.

Di tahun yang sama, pemerintah Irak mengumumkan bahwa ISIS telah berhasil dikalahkan sehingga Abed dapat kembali pulang ke Nineveh. Namun, lagi-lagi kelompok teroris tersebut kembali muncul.

"Kami hidup dalam ketakutan yang konstan," ujar Abed.

"Meski mereka sudah kalah di Irak dan Suriah, masih ada banyak serangan ISIS yang terjadi," katanya.

Pada tahun 2020 lalu, Irak dan Suriah juga telah menyaksikan adanya peningkatan intensitas serangan ISIS. Tercatat ada lebih dari 500 insiden serangan ISIS yang terjadi di Irak pada kuartal pertama tahun 2020. Sementara itu, setiap harinya ada ratusan orang yang tewas akibat serangan ISIS di sejumlah wilayah.

Olivier Guitta, seorang konsultan keamanan, mengatakan bahwa ISIS tidak akan pernah dapat dikalahkan.

"Ancaman ISIS sangatlah nyata," kata Guitta.

"Selama dua tahun berada di bawah tanah, ISIS telah membangun dirinya di Irak dan mempersiapkan fase berikutnya. Mereka sudah menguasai banyak desa dan menyebarkan ketakutan kepada penduduk setempat," tambahnya.

Rugi Terus, AS Bakal Lakukan Segala Cara Buat Lawan Praktek Perdagangan Tidak Fair China

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia