logo


Soal Perpres Investasi Miras, Rocky Gerung: Buzzer Belum Sempat Bekerja Presiden Udah Cabut

Jokowi dinilai tak memahami apa yang dibuatnya.

3 Maret 2021 14:55 WIB

Rocky Gerung
Rocky Gerung Jitunews/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengamat politik Rocky Gerung menanggapi keputusan Presiden Joko Widodo dalam mencabut lampiran Perpres tentang izin investasi industri minuman keras (miras). Dia menyebut pembatalan yang dilakukan oleh Jokowi itu merupakan suatu kekonyolan

Rocky menjelaskan, pencabutan aturan itu seolah-olah Presiden Jokowi melakukan sesuatu yang gagah berani, padahal itu aturan yang dibuat sendiri.

"Jadi seolah-olah Presiden lakukan sesuatu yang gagah berani, karena yang dimaksudkan mencabut itu kalau sesuatu yang ditanam (dibuat) oleh orang lain baru dicabut. Ini kalau dia (Presiden) tanam sendiri dia cabut, itu konyol," kata Rocky, dilansir dari YouTube Rocky Gerung, Rabu (3/3).


Ma'ruf Amin Kaget Tahu Aturan Investasi Miras, Ini Tanggapan Fadli Zon

Menurutnya, publik ingin menyaksikan pembelaan presiden atas penolakan masyarakat terhadap perizinan investasi industri miras.

"Kan mestinya publik ingin dengar MUI bilang begini, Muhammadiyah, KAMI, orang mau dengar pembelaan Presiden gitu," jelasnya.

Rocky menilai langkah mencabut lampiran Perpres itu membuktikan bahwa Jokowi tak memahami apa yang dibuatnya. Dia mengibaratkan Perpres Nomor 10 Tahun 2021 seperti skripsi yang seharusnya dipertahankan.

"Ini kayak Skripsi, diganggu sedikit oleh penguji, iya saya tulis ulang. Lho mustinya pertahankan skripsi itu. Jadi Presiden mempertahankan skripsi saja gak bisa," lanjutnya.

Dia juga menyentil buzzer yang dianggapnya belum sempat beraksi karena Presiden sudah mencabut aturan itu.

"Buzzer belum sempat bekerja Presiden udah cabut," sindir Rocky.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mencabut lampiran Perpres Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal pada Selasa, 2 Maret 2021.

Pencabutan itu dilandasi banyaknya masukan dan penolakan keras dari berbagai elemen masyarakat, yakni pada lampiran ketiga yang memuat soal izin investasi industri minuman beralkohol atau minuman keras (miras).

"Setelah menerima masukan-masukan dari ulama-ulama, MUI, NU, Muhammadiyah, dan organisasi masyarakat (ormas) serta tokoh-tokoh agama yang lain saya sampaikan lampiran perpres pembukaan investasi baru industri minuman keras yang mengandung alkohol saya nyatakan dicabut," ujar Jokowi dalam konferensi pers, Selasa (2/3).

Perpres Investasi Miras Dicabut, Anak Buah Rizieq Masih Belum Puas

Halaman: 
Penulis : Iskandar