logo


Peneliti Temukan Tiga Jenis Hiu 'Raksasa' yang Bisa Bersinar di Kegelapan Laut Dalam

Tim peneliti berhasil menemukan tiga spesies hiu yang dapat mengembangkan kemampuan bioluminescence di perairan Selandia Baru.

2 Maret 2021 20:45 WIB

Kitefin Shark
Kitefin Shark The Guardian

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Para ilmuwan yang melakukan penelitian terhadap spesies hiu di lepas pantai Selandia Baru dikejutkan dengan penemuan tiga spesies hiu aneh yang dapat bersinar di dalam gelapnya lautan dalam.

Sebenarnya, kemampuan memproduksi cahaya sendiri melalui reaksi kimia dalam tubuh makhluk hidup atau yang dikenal dengan istilah Bioluminescence, merupakan kemampuan yang wajar ditemukan pada hewan-hewan laut dalam. Namun, baru pertama kalinya kemampuan ini juga dimiliki oleh hewan vertebrata besar, atau bahkan untuk spesies ikan hiu.

Dilansir dari The Guardian, tiga jenis spesies hiu yang mampu mengembangkan kemampuan tersebut adalah kitefin shark atau dalatias licha, blackbelly lantershark, dan southern lanternshark.


Pemerintah Belarus Kejar Tokoh Oposisi yang Melarikan Diri ke Lithuania

Para peneliti berhasil mendeteksi ketiga jenis hiu tersebut dalam sebuah program survei yang mereka lakukan di Selandia Baru pada Januari 2020 lalu.

Kitefin shark, yang dapat tumbuh hingga 180 cm, merupakan hewan vertebrata terbesar yang dapat menghasilkan cahaya sendiri. Oleh karena itu, para peneliti menyebutnya sebagai "giant luminous shark" atau hiu raksasa yang bercahaya.

Tim peneliti yang berasal dari Université Catholique de Louvain Belgia dan the National Institute of Water and Atmospheric Research (NIWA) Selandia Baru, mengatakan bahwa penemuan tersebut telah menambah pengetahuan kita terhadap kehidupan laut dalam yang sebagian besar masih menjadi misteri selama ini.

Ketiga jenis hiu tersebut diketahui hidup di wilayah laut dengan kedalaman 200 hingga 1000 meter, atau yang biasa disebut dengan "zona tengah malam". Dinamakan demikian karena lingkungan tersebut tidak dapat ditembus oleh cahaya matahari.

Ketiga spesies hiu tersebut diketahui mengembangkan cara bertahan hidup dengan menghasilkan cahaya di bagian perutnya. Sehingga ketiganya dapat berkamuflase dengan lebih baik dan mampu menghindari serangan yang berasal dari bawah.

Khusus untuk kitefish shark, yang tidak memiliki predator alami, kemampuan bioluminescence tersebut diperkirakan dapat memungkinkan mereka untuk "memancing" hewan kecil untuk mendekatinya mengingat species hiu tersebut terkenal "pemalas" atau bergerak dengan lambat.

“Mengingat luasnya laut dalam dan keberadaan organisme bercahaya di zona ini, kini semakin jelas bahwa kemampuan menghasilkan cahaya di kedalaman harus memainkan peran penting dalam menyusun ekosistem terbesar di planet kita,” tulis tim peneliti tersebut dalam sebuah artikel yang dirilis pada jurnal ilmu kelautan 'the Frontiers in Marine Science'.

Tim peneilit juga mengatakan bahwa diperlukan kajian yang lebih jauh lagi untuk mengkonfirmasi hipotesa tersebut dan untuk lebih memahami fungsi kemampuan tersebut serta dampaknya terhadap cara spesies hiu tersebut berburu.

Rugi Terus, AS Bakal Lakukan Segala Cara Buat Lawan Praktek Perdagangan Tidak Fair China

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×