logo


Rugi Terus, AS Bakal Lakukan Segala Cara Buat Lawan Praktek Perdagangan Tidak Fair China

Pemerintah AS bertekad akan melakukan segala cara dan menggunakan berbagai alat untuk melawan praktik perdagangan China yang merugikan AS.

2 Maret 2021 20:15 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Pemerintahan Joe Biden dalam sebuah laporan kepada Kongres Amerika Serikat pada Senin (1/3) mengatakan akan menggunakan semua tools atau cara yang tersedia untuk melawan praktik perdagangan "tidak adil" yang dilakukan oleh China.

"Administrasi Biden berkomitmen untuk menggunakan semua cara yang tersedia untuk menangani berbagai praktik perdagangan tidak adil China yang terus merugikan pekerja dan bisnis AS," kata laporan yang dirilis oleh Perwakilan Dagang AS, dikutip Sputniknews.

Menurut mereka, tindakan China yang sangat merugikan tersebut diantaranya adalah upaya penghambatan tarif dan non-tarif yang membatasi akses pasar, praktek kerja paksa, dan subsidi ekspor. AS juga menuding China telah melakukan pemaksaan transfer teknologi, pelanggaran atas hak kekayaan intelektual, kebijakan sensor dan perlakuan tidak adil terhadap perusahaan Amerika Serikat di berbagai sektor.


Kasus Covid-19 Global Kembali Meningkat, Kepala WHO: Tidak Mengejutkan

Pemerintahan Biden juga bertekad akan menjadikan isu HAM Uighur sebagai prioritas utama dan berjanji akan membangun kerja sama dengan semua sekutu AS untuk mengatasi masalah ini.

Di sisi lain, pemerintah China berulang kali membantah tuduhan AS atas praktik perdagangan yang tidak adil tersebut dan pelanggaran hak asasi manusia.

Pekan lalu, kandidat Perwakilan Dagang AS yang diajukan oleh Presiden Joe Biden, Katherine Tai, mengatakan bahwa Amerika Serikat perlu menganggap China sebagai rival sekaligus mitra dagang. Ia juga menilai Washington perlu bekerja sama dengan Beijing untuk mengatasi segala tantangan global.

Sejak resmi menjabat sebagai presiden AS pada 20 Januari, Joe Biden belum menyatakan komitmennya untuk menghapus sejumlah tarif atas barang-barang China yang diberlakukan oleh pendahulunya, Donald Trump.

Tetapi, dia telah membicarakannya dengan Presiden China Xi Jinpin melalui panggilan telepon selama dua jam beberapa waktu lalu.

Pemerintah Belarus Kejar Tokoh Oposisi yang Melarikan Diri ke Lithuania

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia