logo


Salurkan Bansos Hasil Pertanian, HKTI: Indonesia Harus Mampu Berdaulat Pangan

Dewan Pimpinan Pusat HKTI pada Selasa (2/3) menggelar bakti sosial menjelang musprov Lampung

2 Maret 2021 19:17 WIB

Kegiatan bakti sosial "HKTI Berbagi Kasih"
Kegiatan bakti sosial "HKTI Berbagi Kasih" dok jitunews

LAMPUNG, JITUNEWS.COM - Menjelang gelaran Musyawarah Provinsi (Musprov) Lampung, Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Kerukunan Tani Indonesia menggelar bakti sosial "HKTI Berbagi Kasih", Selasa (2/3). Baksos ini digelar bebarengan dengan roadshow para pengurus HKTI yang berangkat dengan jalur darat dari Jakarta hingga Lampung.

Ikut dalam rombongan tersebut Wakil Bendahara Umum HKTI Camelia Panduwinata Lubis, Wasekjen Bidang OKK Afiffudin, Ketua Bidang Aset HKTI Julia Putri Noor, dan Sekretaris DPD Lampung, serta sejumlah pengurus lain.

"Barang yang disumbangkan adalah hasil pertanian dari petani di Lampung. Sepanjang HKTI bergerak harus bermanfaat untuk kemaslahatan petani dan masyarakat yang membutuhkan," ujar Camelia Panduwinata Lubis kepada wartawan, Selasa (2/3).


Sebut Jabar Berperan Atasi Kelangkaan Pangan, Rizal Ramli: Ini Hanya Bisa Dikerjakan Pemimpin yang Punya Rekam Jejak Bagus

Camel, begitu biasa ia disapa, menegaskan komitmen HKTI untuk membantu para petani di seluruh penjuru negeri. Ia berharap, dengan baksos yang 'meng-endorse' produk-produk pertanian, dapat mengangkat moral petani di tengah himpitan ekonomi lantarab dampak pandemi.

Pada kesempatan yang sama, Camel juga mengingatkan pemerintah untuk memperhatikan nasib petani lebih ekstra lagi. Bukan kenapa, di tengah pandemi begini, negara juga bergantung pada kerja-kerja petani yang berkontribusi besar untuk mengamankan komoditas pangan nasional.

"Kita tidak bisa lagi bergantung pada impor pangan. Negara lain juga tengah fokus mengamankan cadangan pangan mereka. Indonesia harus mampu berdaulat pangan apalagi di tengah situasi pandemi seperti saat ini. Oleh sebabnya saya mengajak kita semua untuk mari membantu para petani kita," kata Camel menambahkan.

Sebut Lahan Pertanian Berubah Jadi Real Estate, Prabowo: Apakah Kita Bisa Makan Beton?

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia