logo


Krisis Politik Semakin Mencekam, ASEAN Segera Mulai Komunikasi dengan Militer Myanmar

Menteri Luar Negeri Singapura mengatakan bahwa ASEAN akan segera melakukan pembicaraan dengan pihak militer Myanmar terkait situasi krisis yang tengah berlangsung di negara tersebut

2 Maret 2021 16:30 WIB

Militer Myanmar meningkatkan pasukan dan menerjunkan kendaraan tempur untuk mengatasi aksi protes
Militer Myanmar meningkatkan pasukan dan menerjunkan kendaraan tempur untuk mengatasi aksi protes istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Para menteri luar negeri negara-negara anggota ASEAN bersiap untuk mengadakan pembicaraan virtual dengan perwakilan militer Myanmar pada Selasa (2/3), seiring dengan masih berlanjutnya aksi demonstrasi warga sipil Myanmar dalam menentang aksi kudeta pemerintahan yang dilakukan oleh pihak militer.

Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan, dalam wawancara yang disiarkan televisi pada Senin malam (1/3) mengatakan bahwa ASEAN rencananya akan menyampaikan keprihatinan mereka atas tindak kekerasan yang dilakukan oleh militer Myanmar kepada warga sipil dan mendesak agar tokoh pemimpin pemerintahan terpilih di negara itu, Aung San Suu Kyi untuk dibebaskan.

“Ketidakstabilan di setiap sudut Asia Tenggara mengancam dan mempengaruhi kita semua,” katanya, dikutip Al Jazeera.


Kasus dan Kematian Covid-19 AS Kembali Meningkat, tapi Banyak Negara Bagian Malah Longgarkan PSBB

Ia menambahkan bahwa kudeta akan menyebabkan “kerusakan yang sangat menyedihkan bagi masyarakat dan ekonomi Myanmar”.

Aksi pengambilalihan pemerintahan yang dilakukan oleh pihak militer pada 1 Februari lalu telah membuat Myanmar jatuh ke dalam situasi kekacauan, memaksa ratusan ribu warga masyarakat untuk turun ke jalan di seluruh wilayah negeri. Bahkan, aksi protes warga juga dilakukan dalam bentuk mogok kerja besar-besaran.

Sebelumnya, aksi demo yang berlangsung pada Minggu (28/2) berakhir dengan keributan antara pihak kepolisian dengan warga sipil. Setidaknya 18 orang warga sipil dilaporkan tewas dalam insiden berdarah tersebut.

Tindak kekerasan yang dilakukan oleh pihak militer tersebut tentu saja memicu kecaman, baik dari warga masyarakat Myanmar maupun pihak internasional, termasuk PBB.

Sudah Dapat Sanksi Internasional, tapi Program Nuklir Korut Semakin Mengkhawatirkan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia