logo


Kasus dan Kematian Covid-19 AS Kembali Meningkat, tapi Banyak Negara Bagian Malah Longgarkan PSBB

CDC AS melaporkan bahwa jumlah kasus dan kematian akibat infeksi Covid-19 di Amerika Serikat kembali mengalami peningkatan.

2 Maret 2021 15:37 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Jumlah kasus infeksi dan kematian akibat Covid-19 di Amerika Serikat kembali meningkat seiring dengan meningkatnya kekhawatiran akan penyebaran varian baru Sars-Cov-2. Sementara itu, program vaksinasi sejauh ini juga masih belum berjalan dengan efektif.

Dalam konferensi pers gugus tugas virus korona, Direktur Badan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), Rochelle Walensky, mengatakan setelah beberapa minggu sebelumnya sempat mengalami penurunan, jumlah kasus infeksi dan kematian kembali meningkat hingga lebih dari 2 persen dalam tujuh hari terakhir.

"Data ini menjadi bukti bahwa penurunan (kasus Covid-19) yang kami lihat belakangan ini tampaknya sudah terhenti," katanya dikutip Al Jazeera.


Lakukan Tindak Kekejaman terhadap Warga Sipil, Militer Myanmar Dinyatakan sebagai Organisasi Teroris

Menurut data yang dihimpun oleh Universitas Johns Hopkins, rata-rata penambahan kasus infeksi tambahan di AS mencapai 67.200 kasus per hari dengan rata-rata kematian diatas 2.000 kasus setiap harinya. Sejauh ini, lebih dari setengah juta orang sudah meninggal dunia akibat infeksi virus tersebut di AS.

Walensky mengaku khawatir dan prihatin meningkatnya jumlah kasus dan angka kematian tersebut seakan tidak menjadi perhatian pemerintah negara bagian, dimana saat ini semakin banyak negara bagian dan kota yang justru melonggarkan aturan pembatasan sosialnya.

"Saya benar-benar khawatir mengenai lebih banyak negara yang membatalkan langkah-langkah kesehatan masyarakat yang tepat, yang sudah kami rekomendasikan untuk dilakukan guna melindungi masyarakat dari infeksi COVID-19," ujar Walensky.

"Tolong dengarkan saya dengan jelas: Pada tingkat kasus dengan varian (baru) yang menyebar ini, kita semua akan benar-benar kehilangan hasil yang telah kami peroleh dengan susah payah," lanjutnya.

Joe Biden Bakal Jatuhkan Sanksi terhadap Rusia, Ada Apa Lagi Ini?

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia