logo


Soal Pemotongan Insentif Nakes, PAN: Sangat Penting Sekali untuk Ditelusuri

Saleh mengatakan bahwa Kementerian Kesehatan perlu bertindak atas temuan KPK ini.

2 Maret 2021 09:45 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - KPK menerima informasi adanya pemotongan insentif tenaga kesehatan (nakes) oleh pihak manajemen rumah sakit sebesar 50-70 persen. Politikus PAN, Saleh P Daulay, meminta informasi tersebut ditindaklanjuti.

"Isu ini sangat penting sekali untuk ditelusuri, didalami dan ditindaklanjuti," kata Saleh seperti diberitakan Detikcom, Selasa (2/3).

Anggota Komisi IX DPR RI ini yakin data yang didapat oleh KPK bukan data sembarangan.


Dituding Provokator Kasus 4 Nakes Menista Agama, Tengku Zulkarnain ke Denny Siregar: Kurangi Makan Micin Biar Otak Sehat

"Karena KPK sudah menyampaikan, saya kira data itu bukan data sembarangan, pasti KPK sudah melakukan konfirmasi ke beberapa pihak yang dianggap mengetahui terkiat isu ini. Kalau pun ada laporan ke KPK, berarti pelapornya itu sudah diminta keterangan lebih lanjut terkait masalah ini," kata Saleh.

Saleh mengatakan bahwa Kementerian Kesehatan perlu bertindak atas temuan KPK ini.

"Karena itu tentu Kementerian Kesehatan sebagai pihak bertanggung jawab untuk mengamankan sampainya insentif tenaga kesehatan, kepada seluruh tenaga kesehatan itu harus bertanggung jawab," ujar Saleh.

Gubernur Sulsel Ditangkap KPK, PAN: Kami Kaget

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata