logo


Said Aqil: Rela Terhadap Investasi Miras, Maka Jangan Salahkan Kalau Bangsa Rusak

Said mengatakan bahwa larangan terkait miras juga sudah diatur dalam Al-Qur'an

2 Maret 2021 06:30 WIB

Said Aqil Siroj
Said Aqil Siroj Nu.or.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemerintah telah membuka investasi minuman keras (miras) di Indonesia. Aturan terkait investasi tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal. Pada aturan tersebut, pemodal asing dapat berinvestasi miras di Papua, Sulawesi Utara, NTT, dan Bali.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menolak dengan tegas terkait aturan investasi miras. Ia mengingatkan kepada pemerintah agar mengkaji ulang aturan tersebut sehingga tidak terjadi penyesalan di kemudian hari.

"Ar-ridhaa bisy syai', ridhaa bimaa yatawalladu minhu (Rela terhadap sesuatu artinya rela terhadap hal-hal yang keluar dari sesuatu tersebut). Kalau kita rela terhadap rencana investasi miras ini, maka jangan salahkan kalau nanti bangsa kita rusak," kata Said lewat keterangan tertulis, Senin (1/3/2021).


Ingatkan PA 212 Tidak Gelar Demo Tolak Investasi Miras, PKB: Lagi Pandemi!

Said mengatakan bahwa larangan terkait miras juga sudah diatur dalam Al-Qur'an. Pasalnya, miras lebih banyak minumbulkan mudarat daripada keuntungan.

"Kita sangat tidak setuju dengan Perpres terkait investasi miras. Dalam Al-Qur'an dinyatakan wa laa tulqu bi'aidiikum ilat-tahlukati (dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan)," pungkasnya.

Heran Ketua PDIP Jatim Dukung Investasi Miras, PWNU: Kita Doakan Beliau Sadar

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati