logo


Heran Ketua PDIP Jatim Dukung Investasi Miras, PWNU: Kita Doakan Beliau Sadar

PWNU Jatim tegas tolak investasi miras

2 Maret 2021 06:00 WIB

Puluhan botol minuman keras (miras), disita petugas Polsek Bekasi Selatan, Kota Bekasi, dalam agenda operasi penyakit masyarakat
Puluhan botol minuman keras (miras), disita petugas Polsek Bekasi Selatan, Kota Bekasi, dalam agenda operasi penyakit masyarakat Istimewa

SURABAYA, JITUNEWS.COM - Katib Syuriah Pengurus wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim Drs KH Syafrudin Syarif mengaku heran dengan sikap Ketua PDIP Jatim Kusnadi yang sepakat dengan Perpres Investasi Miras. Ia menegaskan bahwa investasi miras hanya akan menimbulkan kerusakan di masyarakat.

"Ya kalau dari NU ya tetap menolak Perpres. Kita gak bisa memaksakan orang lain, tetapi apapun alasannya bahwa investasi yang mungkin masuk tidak sebanding dengan kerusakan yang akan terjadi kalau kita membiarkan ada investasi-investasi terkait dengan khamr, terkait minuman beralkohol," ujar Kiai Syafrudin seperti dilansir detikcom, Senin (1/3/2021).

"Percayalah bahwa kalau orang sudah mabuk, gitu kita lihat ada polisi membunuh orang lain, kemudian bisa mabuk itu ngomongnya gak karuan, mencaci maki orang lain," sambungnya.


PKS: Perpres Legalisasi Miras Harus Dibatalkan

Wakil Ketua MUI Jatim ini meminta agar pemerintah mengkaji ulang terkait auran investasi miras. Ia pun mendoakan agar Kusnadi sadar dengan pernyatannya. Pasalnya, pernyataan Kusnadi yang mendukung investasi miras akan berdampak pada peredaran miras di wilayah Jatim.

"Jadi menurut saya ini yang perlu diperhatikan, pengambil kebijakan supaya tidak menyesal di belakang. Karena kalau sampai bangsa Indonesia jadi pemabuk, maka yang rugi bangsa ini," tuturnya.

"Ya sekali lagi itu haknya dia (soal Kusnadi mendukung Perpres), haknya beliau, tentu kita gak bisa memaksa keinginannya. Tapi mudah-mudahan kita doakan, beliau bisa sadar, statement sebagai pemimpin Jatim tentu akan berdampak pada masyarakat Jatim juga. Seperti itu timbul kerusakan ketika produk yang mengandung alkohol itu akan beredar di Jawa Timur dan Indonesia secara keseluruhan. Apalagi Jatim daerah Kiai, kalau menurut saya mengikuti daerahnya," pungkasnya.

Ingatkan PA 212 Tidak Gelar Demo Tolak Investasi Miras, PKB: Lagi Pandemi!

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati