logo


Antisipasi Liburan Musim Panas, Uni Eropa Bakal Keluarkan Paspor Vaksin Covid-19

Ketua Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen mengatakan bahwa pihaknya akan mengajukan proposal pencetakan sertifikasi digital yang dapat mengetahui apakah seseorang sudah mendapatkan vaksin Covid-19.

1 Maret 2021 21:45 WIB

Presiden Uni Eropa Ursula Von der Leyen
Presiden Uni Eropa Ursula Von der Leyen istimewa

BRUSSELS, JITUNEWS.COM - Komisi Eropa pada Maret mendatang akan mengajukan proposal untuk membuat sertifikat atau paspor vaksinasi COVID-19 digital di seluruh negara anggotanya, sehingga memungkinkan orang-orang Eropa untuk bepergian dengan lebih bebas selama puncak periode liburan musim panas.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua komisi Ursula von der Leyen dalam pidatonya kepada anggota parlemen konservatif Jerman pada Senin (1/3), dan akan memberikan sejumlah rincian dalam cuitannya.

Paspor digital atau yang disebut "digital green pass" tersebut akan memberikan bukti bahwa seseorang telah divaksinasi (Covid-19), hasil tes bagi mereka yang belum divaksinasi, dan informasi pemulihan bagi orang yang sudah tertular COVID-19.


Ketergantungan AS terhadap Minyak Rusia Meningkat di Bawah Pemerintahan Joe Biden

"Tujuannya adalah untuk secara bertahap memungkinkan mereka melakukan perjalanan dengan aman di Uni Eropa atau luar negeri - untuk bekerja ataupun pariwisata," kata Ursula dalam cuitannya, dikutip Reuters.

Sementara itu, pada pekan lalu sejumlah pemimpin Uni Eropa juga telah setuju untuk mengupayakan adanya sertifikat vaksin tersebut, sesuai dengan rencana sejumlah negara di wilayah selatan Eropa seperti Spanyol dan Yunani untuk membuka sektor pariwisata mereka di musim panas ini.

Namun, sejumlah negara masih menentang rencana dikeluarkannya "paspor" vaksinasi tersebut. Beberapa negara, seperti Prancis dan Belgia, juga menilai bahwa sertifikat tersebut nantinya hanya mengijinkan mereka yang sudah mendapat suntikan vaksin Covid-19 saja untuk melakukan perjalanan, dimana hal itu sangat tidak adil.

Sementara itu, Komisi Uni Eropa berjanji akan semaksimal mungkin berupaya menghindari adanya diskriminasi terhadap warga negara yang belum menerima vaksin Covid-19.

Putin Klaim Vaksin-vaksin Buatan Rusia Efektif Cegah Penyebaran Varian Baru Covid-19

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia