logo


Mantan Presiden Uni Soviet: Perang Nuklir Tidak Dapat Dimenangkan dan Seharusnya Tidak Pernah Dilakukan

Mikhail Gorbachev meminta seluruh dunia untuk bekerja sama dalam menyelesaikan masalah nuklir

1 Maret 2021 19:46 WIB

Mantan Presiden Uni Soviet Mikhail Gorbachev
Mantan Presiden Uni Soviet Mikhail Gorbachev sputniknews

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Mantan presiden Uni Soviet (USSR) Mikhail Gorbachev meyakini bahwa semua negara di dunia saat ini harus segera mengeluarkan tindakan untuk menyelesaikan permasalahan nuklir.

Dalam sebuah sesi wawancara dengan media Rusia Sputniknews, pria 90 tahun tersebut menyebut saat ini merupakan era yang sangat sulit dan menuntut tanggung jawab yang begitu besar.

"Kita harus meyakini dan bertindak. Pertama, seluruh dunia harus menyelesaikan permasalahan nuklir. Saya mengarahkan perhatian kepada fakta bahwa Rusia telah mengajukan permohonan kepada seluruh negara berkekuatan nuklir untuk mengkonfirmasi formula: 'perang nuklir tidak dapat dimenangkan dan seharusnya tidak pernah dilakukan'. Saya sepenuhnya mendukung hal ini, khususnya mengingat (mantan presiden AS) Ronald Reagan dan saya sudah menyatakannya pada pertemuan pertama kami pada tahun 1985. Dan sebagai hasilnya, proses pelucutan senjata nuklir dimulai, meski itu tidak mudah," kata Gorbachev.


Minta Perdana Menterinya untuk Resign, Warga Armenia Ingin Wilayah Nagorno-Karabakh Direbut Kembali

Gorbachev, yang merupakan presiden pertama dan terakhir USSR, mengungkapkan bahwa ia sangat yakin jika kerja sama semacam tersebut sangat mungkin untuk dilakukan, dan bahkan untuk isu-isu lain yang beredar belakangan ini.

Prinsip "perang nuklir tidak dapat dimenangkan dan seharusnya tidak pernah dilakukan" telah diadopsi oleh Reagan dan Gorbachev pada KTT Jenewa yang digelar pada tahun 1985. Moskow juga selama ini telah berulang kali meminta Washington untuk memperbarui prinsip tersebut.

Dua tahun setelah KTT Jenewa tersebut, kedua pemimpin telah menandatangani perjanjian nuklir Intermediate-Range Nuclear Forces Treaty untuk mencegah terjadinya perlombaan senjata. Kedua belah pihak juga sepakat menghancurkan semua rudal balistik mereka yang memiliki jangkauan antara 500 hingga 5.500 kilometer.

Di tahun 2019, Washington keluar dari perjanjian tersebut dan memicu Moskow untuk melakukan tindakan yang sama.

Iran Tolak Gelar Pembahasan Informal dengan Uni Eropa dan AS soal Perjanjian Nuklir

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia