logo


Minta Perdana Menterinya untuk Resign, Warga Armenia Ingin Wilayah Nagorno-Karabakh Direbut Kembali

Ratusan warga Armenia menggelar aksi unjuk rasa meminta PM Nikol Pashiyan untuk segera lengser

1 Maret 2021 17:30 WIB

Warga Armenia menggelar aksi protes pada Minggu (28/2)
Warga Armenia menggelar aksi protes pada Minggu (28/2) RT.com

YEREVAN, JITUNEWS.COM - Ratusan warga masyarakat Armenia pada Minggu malam melakukan aksi turun ke jalan di untuk mendesak Perdana Menteri Nikol Pashinyan untuk mundur usai wilayah Nagorno-Karabakh kembali ke pangkuan Azerbaijan.

Dengan membawa obor, para pendemo dengan berteriak meminta agar wilayah Nagorno-Karabakh untuk direbut kembali.

Nikol Pashinyan sendiri sudah menghadapi gelombang kecaman dan diminta mengundurkan diri dari jabatannya sejak bulan November 2020 lalu, usai dirinya menandatangani perjanjian gencatan senjata dengan Azerbaijan yang dimediasi oleh Rusia.


Kiriman Pasokan Vaksin Uni Eropa Tak Kunjung Datang, Ceko Bidik Vaksin Buatan Rusia dan China

Dengan perjanjian tersebut, Armenia harus menyerahkan wilayah Nagorno-Karabakh kepada Azerbaijan.

Keputusan Pashinyan menandatangani perjanjian damai tersebut membuat dirinya dicap sebagai pengkhianat, baik oleh pihak oposisi maupun sebagian warga masyarakat Armenia.

Ia mengklaim jika pihak militer Armenia lah yang telah memaksa dirinya untuk menandatangani perjanjian tersebut.

Pada pekan lalu, sejumlah petinggi militer beserta dua mantan presiden Armenia, Robert Kocharyan dan Serzh Sargsyan, telah merilis pernyataan yang juga meminta Pashinyan untuk segera resign.

Akun Medsosnya Diblokir, Trump Desak Pemerintah Hancurkan Praktek Monopoli Big Tech

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia