logo


Kiriman Pasokan Vaksin Uni Eropa Tak Kunjung Datang, Ceko Bidik Vaksin Buatan Rusia dan China

Presiden Ceko mengatakan bahwa ia sudah meminta presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengirimkan vaksin Sputnik V untuk digunakan dalam program vaksinasi Covid-19 Ceko

1 Maret 2021 16:30 WIB

Vaksin Sputnik V buatan Rusia
Vaksin Sputnik V buatan Rusia istimewa

PRAHA, JITUNEWS.COM - Presiden Republik Ceko Milos Zeman pada Minggu (28/2) mengatakan bahwa ia telah meminta pemerintah Rusia untuk mengirimkan vaksin Sputnik V dan juga akan berupaya melakukan pemesanan vaksin Covid-19 buatan China, menyusul pasokan vaksin Covid-19 dari Uni Eropa tak kunjung tiba.

Negara anggota Uni Eropa tersebut merupakan salah satu negara dengan penambahan kasus infeksi dan kematian tertinggi di dunia beberapa pekan terakhir ini, dimana situasi wabah Covid-19 semakin memburuk usai varian baru virus tersebut juga sudah menyebar disana.

"Usai berkonsultasi dengan perdana menteri, Saya sudah mengirim surat kepada Vladimir Putin, dan memintanya untuk mengirimkan vaksin Sputnik," kata Presiden Milos Zeman, dikutip Al Jazeera.


Pengadilan Myanmar Kembali Jatuhkan Tuntutan atas Aung San Suu Kyi

"Informasi dari kedubes Rusia menyebut jika vaksin tersebut kemungkinan akan tiba dalam beberapa hari ke depan," tambahnya.

Selain itu, Zeman juga menyambut baik vaksin Covid-19 buatan Sinopharm, China di Ceko usai negara tersebut melaporkan lebuh dari 1,2 juta kasus infeksi dengan lebih dari 20 ribu kematian. Ia menegaskan bahwa urusan vaksin Covid-19 ini terlepas dari ideologi atau isu geo-politik.

"Vaksin tidak punya ideologi," lanjutnya.

Kedua vaksin tersebut, Sputnik V dan Sinopharm, sejauh ini belum mendapat persetujuan dari lembaga pengawas obat Uni Eropa (EMA), tidak seperti sejumlah vaksin Covid-19 lain yang sudah digunakan untuk program vaksinasi di Ceko.

Meski demikian, Zeman dan Perdana Menteri Andrej Babis mengatakan bahwa mereka tidak akan menggu persetujuan dari EMA untuk memberikan ijin bagi kedua vaksin tersebut untuk digunakan secara darurat di Ceko.

"Kita tidak bisa menunggu (persetujuan) EMA, saat Rusia belum mengajukan (permohonan ijinnya)," kata Babis.

Ia menegaskan bahwa vaksin Sputnik V dapat digunakan dalam program vaksinasi Covid-19 Ceko setelah lembaga pengawas obat dan makanan setempat, SUKL.

"SUKL harus memeriksa dokumentasinya dan jika mereka menerimanya, Kementerian Kesehatan harus mengeluarkan pengecualian dan kemudian, siapa saja yang tertarik dapat langsung menerima suntikan," tukasnya.

Disebut-sebut Ingin Bikin Parpol Baru, Trump Akhirnya Buka Suara

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia